Pj Sekda Kota Probolinggo Perkuat Kolaborasi Ulama Dan Pemerintah demi Kemaslahatan Umat
Probolinggo, Radarpatroli.com
Silaturahmi antara ulama dan pemerintah kembali diteguhkan di Kota Probolinggo sebagai langkah menjaga stabilitas sosial dan memperkuat persatuan masyarakat. Melalui forum Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara, berbagai elemen berkumpul untuk membangun komunikasi, mempererat kebersamaan, serta memperkuat peran bersama dalam menciptakan suasana kota yang aman dan tentram.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menggelar Silaturahmi Daerah Ulama dan Umara Kota Probolinggo bertajuk “Meneguhkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kota Probolinggo Aman dan Tentram” di Bale Hinggil, Senin (25/5). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah, ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas daerah.
Acara dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, Ketua DPRD Kota Probolinggo Shinta Dwi Wardhani, jajaran Forkopimda, Ketua MUI Kota Probolinggo KH. Mohammad Sulthon, kepala OPD terkait, para ulama, kyai, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus MUI Kota Probolinggo, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Probolinggo Didik Kurniawan, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Didik Heriadi, Ketua FKUB Ahmad Hudri, serta sejumlah undangan lainnya.
Ketua MUI Kota Probolinggo KH. Mohammad Sulthon menegaskan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara ulama dan umara demi kesejahteraan masyarakat serta kemaslahatan umat.
“Hubungan ulama dan umara merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dijaga. Keduanya saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Ulama memberikan nasihat, nilai moral, serta tuntunan agama kepada pemerintah, sementara umara menjalankan kebijakan dan menjaga keadilan serta ketertiban masyarakat,” ujar KH. Mohammad Sulthon.
Ia juga menambahkan bahwa agama tanpa dukungan politik akan terbatas pengaruhnya dalam kehidupan sosial, sedangkan politik tanpa nilai agama berpotensi kehilangan arah dan moral. Karena itu, sinergi keduanya dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang adil, harmonis, dan berpihak kepada rakyat.
Sementara itu, Pj. Sekda Rey Suwigtyo menyampaikan pemerintah kota menyampaikan apresiasi kepada para ulama yang selama ini istiqamah menjadi perekat umat sekaligus penjaga moralitas bangsa.
“Ulama tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, aman, dan tentram,” kata Rey.
Menurutnya, dalam sejarah peradaban Islam, hubungan ulama dan umara memiliki peran yang saling menguatkan. Ulama menghadirkan tuntunan moral dan spiritual, sedangkan pemerintah menjalankan kebijakan dan pelayanan demi kemaslahatan masyarakat.
“Ketika ulama dan umara berjalan beriringan, maka akan lahir kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan penuh keberkahan,” lanjutnya.
Rey juga menekankan bahwa sinergi bersama ulama dan tokoh agama menjadi kebutuhan strategis dalam menjaga kondusivitas daerah. Pemerintah berharap MUI terus menjadi garda terdepan dalam memberikan pencerahan kepada umat, memperkuat moderasi beragama, menangkal hoaks dan ujaran kebencian, serta menjaga nilai-nilai persaudaraan dan toleransi di tengah masyarakat.
Selain itu, momentum silaturahmi tersebut dinilai penting untuk mempererat komunikasi dan membangun kesamaan visi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara bijaksana dan penuh hikmah.
“Melalui komunikasi yang baik dan sinergi yang kuat, kami berharap keamanan dan ketentraman Kota Probolinggo dapat terus terjaga,” tambah Rey.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta sebagai bentuk penguatan komunikasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
