Penutupan Semipro 2026 Jadi Momentum PKL Sampaikan Aspirasi Penataan dan Penyediaan Lahan Usaha
Probolinggo, Radarpatroli.com
Penutupan Semarak Pesta Rakyat Probolinggo (Semipro) 2026 tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian hiburan dan kegiatan masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo. Melalui Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APK) Lima Kota Probolinggo, para pedagang berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap penataan serta penyediaan lokasi usaha yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak. Minggu (12/07/2026) Malam.

Ketua APK Lima Kota Probolinggo, Marsam, mengatakan penyelenggaraan Semipro 2026 telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Ribuan pengunjung yang memadati area kegiatan selama beberapa hari terakhir memberikan peluang bagi para pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan sekaligus memperkenalkan produk yang mereka jual.
Meski demikian, di balik meningkatnya aktivitas ekonomi tersebut, para PKL masih menghadapi sejumlah persoalan yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan. Marsam menyebut penataan lokasi berdagang dan keterbatasan lahan menjadi dua persoalan utama yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah.
“Keluhan kami yang pertama adalah masalah penataan. Yang kedua terkait lahan yang masih kurang untuk para PKL. Kami memohon khususnya kepada Bapak Wali Kota, mewakili teman-teman PKL, agar ke depan jika memungkinkan lapangan dapat dimanfaatkan sebagai kawasan bagi PKL Kota Probolinggo,” ujar Marsam.
Menurutnya, keberadaan lokasi khusus bagi PKL akan memberikan kepastian bagi para pedagang dalam menjalankan usahanya. Selain menciptakan ketertiban, penataan yang baik juga diyakini dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja maupun mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Kota Probolinggo.
Marsam menuturkan, selama Semipro 2026 berlangsung para pedagang merasakan secara langsung dampak positif dari tingginya jumlah pengunjung. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima.
“Kami sebagai paguyuban mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya Semipro 2026. Kegiatan ini sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya para pedagang kaki lima di Kota Probolinggo,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Menurutnya, semakin banyak agenda yang digelar pemerintah, semakin besar pula potensi peningkatan pendapatan para pedagang lokal.
Di sisi lain, Marsam menilai keberhasilan penyelenggaraan sebuah event juga perlu diimbangi dengan kebijakan penataan PKL yang lebih terarah. Dengan adanya lokasi usaha yang jelas dan penataan yang terencana, para pedagang akan lebih mudah menjalankan aktivitas usahanya tanpa mengganggu fungsi ruang publik maupun ketertiban kota.
APK Lima Kota Probolinggo juga berharap adanya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah daerah dan perwakilan PKL dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penataan pedagang. Dialog yang terbuka dinilai menjadi langkah penting agar setiap kebijakan yang diambil dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, baik pemerintah, pedagang, maupun masyarakat.
Melalui momentum penutupan Semipro 2026, para PKL berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Probolinggo dalam menyusun kebijakan ke depan. Dengan penataan yang lebih baik serta tersedianya ruang usaha yang memadai, keberadaan pedagang kaki lima diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat citra Kota Probolinggo sebagai kota yang ramah bagi pelaku UMKM.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
