Semangat Gotong Royong Warnai Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kota Probolinggo Bergerak Bersama Wujudkan Gerakan ASRI

0
b5c6a9c0-1499-402d-be22-5f3a61541dc2
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Ratusan warga bersama jajaran Pemerintah Kota Probolinggo turun langsung ke pasar dan lingkungan permukiman dalam aksi bersih-bersih serentak memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, Sabtu (6/6). Gerakan kolaboratif tersebut menjadi simbol kuat tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI).

Kegiatan diawali dengan apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin di depan pintu utama Pasar Baru. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya hidup bersih dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada para relawan kebersihan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Relawan adalah sosok yang bergerak tanpa pamrih. Bahkan saat hujan mereka tetap turun membersihkan sungai, saluran air dan sampah di berbagai titik. Tanpa mereka, upaya menjaga lingkungan tidak akan berjalan optimal,” ujar Aminuddin.

Mengusung tema Inspired by Nature for Climate and for Our Future, peringatan HLH Sedunia tahun ini menjadi momentum memperkuat budaya bersih dan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup dilakukan saat kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari pola hidup sehari-hari di rumah, tempat kerja maupun ruang publik.

Wali Kota juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Probolinggo sebagai daerah yang berhasil mengendalikan inflasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pengelolaan pasar yang baik, termasuk aspek kebersihan.

“Pasar adalah wajah kota dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, kebersihan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat nyaman berbelanja dan aktivitas ekonomi semakin berkembang,” tegasnya.

Selain aksi bersih-bersih, Pemkot Probolinggo juga terus mendorong peningkatan ruang terbuka hijau melalui penanaman 1.000 bibit pohon beringin dan kayu putih sebagai bagian dari upaya menambah tutupan hijau di wilayah kota.

Usai apel, Dokter Aminuddin memantau pelaksanaan korve serentak di 200 RW se-Kota Probolinggo melalui zoom meeting dan berdialog langsung dengan lurah, ketua RW serta masyarakat yang terlibat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, ketua RT, RW, lurah, camat, dan semua pihak yang telah berpartisipasi. Kekompakan dan kepedulian masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga lingkungan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran menjaga kebersihan telah tumbuh menjadi gerakan bersama,” katanya.

Setelah pemantauan, wali kota bersama unsur forkopimda dan jajaran perangkat daerah melanjutkan kerja bakti di Pasar Baru serta mengajak pedagang dan pengunjung menjadikan kebersihan sebagai budaya sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Retno Wandansari menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HLH Sedunia 2026 mengusung tema “Kota Probolinggo Proklim (Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim)” sebagai bentuk penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Festival Hari Lingkungan Hidup 2026 Proklim yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 di kawasan utara Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL).

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!