Proyek Strategis dan Program SAE Terus Dipercepat, Pemkab Probolinggo Optimalkan APBD 2026

0
921430b7-6e5d-4e69-9d65-71a08032d6f0
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Memasuki paruh kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo terus mempercepat pelaksanaan berbagai program pembangunan di seluruh wilayah. Langkah tersebut ditunjukkan melalui peningkatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hingga akhir Juni 2026 telah mencapai 44,89 persen atau sebesar Rp1,077 triliun dari total anggaran Rp2,401 triliun.

Capaian tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Realisasi Anggaran Triwulan II Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Probolinggo di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Senin (20/7/2026).

Rakor dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto dan diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah, camat, serta pejabat yang membidangi pengelolaan dan realisasi anggaran. Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bondowoso Heru Kutanto serta Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Kabupaten Probolinggo Khairul Anwar sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Probolinggo turut memberikan penghargaan kepada perangkat daerah, kecamatan, dan bagian dengan capaian realisasi belanja terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengelolaan anggaran.

Untuk Triwulan IV Tahun Anggaran 2025, penghargaan kategori perangkat daerah diraih RSUD Waluyo Jati dengan realisasi 98,96 persen, kategori kecamatan diraih Kecamatan Kraksaan sebesar 95,25 persen dan kategori bagian diraih Bagian Kesejahteraan Rakyat dengan realisasi 98,97 persen.

Sementara pada Triwulan I Tahun Anggaran 2026, penghargaan diberikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan realisasi 26,76 persen, Kecamatan Dringu sebesar 37,25 persen dan Bagian Administrasi Pembangunan sebesar 30,95 persen.

Sedangkan pada Triwulan II Tahun Anggaran 2026, penghargaan kategori perangkat daerah diraih RSUD Tongas dengan realisasi 58,29 persen, kategori kecamatan kembali diraih Kecamatan Dringu sebesar 54,78 persen serta kategori bagian diraih Bagian Organisasi dengan realisasi 50,17 persen.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo Wiwit Suryaningsih mengatakan percepatan realisasi anggaran pada semester kedua harus dibarengi peningkatan kualitas pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Hingga 30 Juni 2026 realisasi belanja APBD Kabupaten Probolinggo telah mencapai 44,89 persen atau sebesar Rp1,077 triliun dari total anggaran Rp2,401 triliun. Kami mendorong seluruh perangkat daerah segera mempercepat pelaksanaan kegiatan tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas. Yang terpenting bukan hanya tingginya serapan anggaran, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Wiwit, pengendalian pembangunan kini tidak hanya menitikberatkan pada serapan anggaran, tetapi juga memperhatikan capaian fisik, kualitas output program, serta outcome yang dirasakan masyarakat. Pelaporan perkembangan pembangunan secara tertib juga menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Untuk mendukung percepatan tersebut, Pemkab Probolinggo menerapkan sejumlah strategi, di antaranya penyesuaian belanja pegawai, kebijakan zero-based budgeting untuk kegiatan non prioritas, percepatan pelaporan progres fisik proyek, pelaksanaan tender dini, hingga optimalisasi penggunaan e-Katalog Lokal guna meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menegaskan bahwa rakor ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Probolinggo SAE melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Saat ini bukan sekadar menghabiskan anggaran. Target kita adalah outcome atau manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar spending. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga, penurunan kemiskinan serta kualitas pelayanan publik,” tegasnya.

Anang juga mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang terus membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan pembangunan. Menurutnya, penghargaan kepada OPD dengan realisasi anggaran terbaik diharapkan menjadi motivasi bagi perangkat daerah lainnya untuk meningkatkan kinerja.

Ia menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Probolinggo tahun 2026 adalah Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Pembangunan Kawasan Strategis yang Didukung Pemenuhan Infrastruktur Berkelanjutan dan Peningkatan Produksi Pangan.

Sejumlah program strategis daerah juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan tahun, progres proyek strategis telah mencapai sekitar 12,5 persen, termasuk penyelesaian 145 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sementara tujuh paket pekerjaan lainnya masih berlangsung. Program SAE sendiri telah memasuki tahun kedua dengan capaian sekitar 40 persen.

Menutup arahannya, Anang meminta seluruh OPD yang realisasi anggarannya masih di bawah 40 persen segera melakukan evaluasi, mempercepat proses pengadaan barang dan jasa, serta menyelaraskan target fisik dengan target keuangan agar pembangunan pada semester kedua dapat berjalan lebih optimal.

“Jadikan semester kedua sebagai momentum akselerasi. Identifikasi setiap hambatan, percepat pengadaan barang dan jasa, serta pastikan progres fisik berjalan seiring dengan realisasi keuangan. Dengan begitu, setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.

Paragraf pembuka tersebut dibuat lebih kuat sebagai lead berita nasional dengan menonjolkan percepatan pembangunan terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke data realisasi APBD.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!