Batik in Motion Meriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667, 350 Meter Jalan Disulap Jadi Panggung Kolosal

0
Batik in Motion Meriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667, 350 Meter Jalan Disulap Jadi Panggung Kolosal
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Semarak Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 Tahun 2026 terasa berbeda. Ratusan penari memadati ruas jalan sepanjang sekitar 350 meter dalam pembukaan “Batik in Motion”, sebuah pertunjukan kolosal yang memadukan seni tari, batik, budaya dan ekonomi kreatif. Juma’at (04/09/2026) Sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 yang digelar hingga 6 September 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar, SMP hingga SMA, ibu-ibu organisasi di lingkungan pemerintah daerah, organisasi wanita, sanggar seni, hingga para pelaku ekonomi kreatif.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, mengumpulkan ratusan penari dalam satu pertunjukan bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kolaborasi yang kuat.

Ia berharap semangat masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dapat terus berlanjut dan menjadi energi positif dalam rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo.

Selain menjadi pertunjukan seni, Batik in Motion juga dirancang sebagai ruang promosi berbagai potensi daerah. Pemerintah Kota Probolinggo ingin kegiatan tersebut mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, mulai dari perajin dan pembatik, fashion, kuliner, transportasi, hotel, restoran hingga seni dan budaya.

dr. Evariani Aminuddin mengatakan, Batik in Motion menjadi salah satu inovasi untuk menggerakkan seluruh industri kreatif yang ada di Kota Probolinggo. Kolaborasi dengan berbagai sanggar seni diharapkan membuat potensi khas daerah semakin dikenal luas.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut, semakin besar pula penggunaan produk batik dan kebutuhan pendukung lainnya. Dampaknya diharapkan ikut dirasakan pelaku usaha melalui bazar, kuliner dan berbagai aktivitas ekonomi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Batik in Motion ini diharapkan menjadi laboratorium bagi Kota Probolinggo dan menjadi percontohan bahwa ketika ekonomi kreatif bergerak, setiap daerah bisa memberikan dampak,” ujarnya.

Ia juga berharap konsep tersebut dapat direplikasi oleh daerah lain hingga berkembang menjadi gerakan yang lebih besar. Dengan demikian, batik Probolinggo yang mewakili Jawa Timur dapat semakin dikenal secara nasional bahkan menembus pasar internasional.

Batik in Motion juga disebut menjadi momentum untuk mendorong para pelaku budaya dan pembatik terus melakukan inovasi. Kreativitas diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan berbagai daerah.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki target menjadikan Batik in Motion sebagai event nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar dapat memenuhi kriteria untuk masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah Kota Probolinggo juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mempersiapkan tahapan menuju agenda tersebut.

“Goal kita adalah Kharisma Event Nasional. Jadi harus tiga kali kita lakukan baru masuk kriteria event nasional. Insyaallah yang ketiga nanti sudah masuk Kharisma Event Nusantara,” kata dr. Aminuddin

Ia menjelaskan, pengembangan Batik in Motion nantinya tidak hanya berfokus pada satu jenis tarian. Berbagai tarian, baik tradisional maupun kreasi, yang menggunakan batik dapat dilibatkan sehingga cakupan kegiatan semakin luas.

Pemerintah Kota Probolinggo juga terus membangun komunikasi dengan kementerian terkait, termasuk sektor pariwisata, pemuda dan olahraga serta ekonomi kreatif. Harapannya, Batik in Motion dapat masuk dalam kalender kegiatan kementerian dan menjadi agenda yang berkelanjutan.

Dengan konsep kolosal yang melibatkan ratusan penari serta menggabungkan batik, seni budaya dan ekonomi kreatif, Batik in Motion diharapkan menjadi identitas baru Kota Probolinggo sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM dan industri kreatif daerah.

Rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong Kota Probolinggo semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!