Wali Kota Aminuddin Targetkan Ruang Terbuka Hijau Kota Probolinggo Capai 18 Persen
Probolinggo, Radarpatroli.com
Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan menjaga ruang hijau perkotaan, Pemerintah Kota Probolinggo memilih memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 melalui langkah yang lebih membumi. Lewat kegiatan bertajuk “Seminggu di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL)”, masyarakat diajak tidak hanya memahami pentingnya pelestarian alam, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan TWSL, Jalan Basuki Rahmad, Kota Probolinggo tersebut dimulai pada Rabu (17/6/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (19/6/2026). Agenda ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Probolinggo dalam memperkuat gerakan konservasi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Agus Dwiwantoro menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup melalui langkah nyata dan berkelanjutan.
“Dengan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menghadapi tantangan perubahan iklim melalui tindakan nyata dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Menurutnya, peringatan HLH tahun ini juga diarahkan untuk menjaga kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati, menjaga keseimbangan ekosistem, mengurangi dampak lingkungan, serta membangun budaya hidup ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua Tim Penggerak PKK Dokter Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, serta Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur Nur Patria Kurniawan.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Dokter Aminuddin menyampaikan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup harus menjadi titik awal peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kota Probolinggo. Salah satu langkah strategis yang dipersiapkan adalah pengembangan kawasan TWSL menjadi destinasi konservasi dan edukasi yang lebih luas.
Saat ini TWSL telah memiliki koleksi satwa seperti aves (burung) dan mamalia. Ke depan, melalui skema kerja sama Investment Project Ready to Offer (IPRO), kawasan tersebut dirancang untuk mengalami pengembangan berskala besar dengan dukungan investasi bernilai miliaran rupiah.
“TWSL ini ke depan akan dikembangkan menjadi Probolinggo Naik Safari. Jadi, hewan-hewan besar siap dihadirkan dan dijadikan bagian dari pengembangan lahan kita di sini,” ungkapnya.
Tidak hanya fokus pada pengembangan kawasan konservasi, Pemkot Probolinggo juga menggandeng Perhutani dan pihak konservasi air untuk menjalankan gerakan penghijauan secara masif.

Sebagai langkah awal, dilakukan penanaman 1.000 pohon kayu putih yang ditargetkan berkembang hingga mencapai 1 juta pohon di masa mendatang. Selain itu, identitas Kota Probolinggo sebagai Kota Mangga juga terus diperkuat dengan mendorong setiap rumah memiliki pohon mangga.
Melalui semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkot Probolinggo menargetkan peningkatan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga mencapai 18 persen. Upaya ini diharapkan mampu menekan produksi karbon dioksida (CO2), menjaga kualitas udara, dan meningkatkan kadar oksigen (O2) bagi masyarakat.
Untuk menyemarakkan gerakan pro-iklim, kegiatan “Seminggu di TWSL” diisi berbagai agenda edukatif dan interaktif. Mulai dari Lomba Mewarnai tingkat RA/TK se-Kota Probolinggo, Lomba Lukis Timba Bekas Klorin tingkat SD/MI, hingga Talkshow Interaktif bertema “Peningkatan Kapasitas Peran Serta TWSL Sebagai Lembaga Konservasi” bersama Kepala BBKSDA Jawa Timur.
Selain itu, terdapat Sosialisasi Edukasi Satwa bersama Tim Edukasi Taman Safari Prigen II Pasuruan dan Lomba Vlog bertema “Gotong Royong Menuju Pro-Iklim” yang melibatkan partisipasi aktif dari 200 Rukun Warga (RW) se-Kota Probolinggo.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Probolinggo berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada peringatan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi mewujudkan kota yang lebih hijau, sehat, dan berdaya tahan terhadap perubahan iklim.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
