KKG Multigrade Wonomerto-Sumberasih Perkuat Kompetensi Guru Melalui Diseminasi Pembelajaran Kelas Rangkap

0
IMG-20260619-WA0013
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah dengan keterbatasan jumlah guru dan peserta didik terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR) yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Multigrade Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih selama dua hari, pada 17-18 Juni 2026.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Indonesia-Australia di bidang pendidikan, tersebut dilaksanakan di Korwil Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Wonomerto pada hari pertama dan berlanjut di Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sumberasih pada hari kedua.

Sebanyak 21 peserta yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru fase A, B dan C dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3, SDN Sumberkare 3, SDN Laweyan 3 dan SDN Sumberbendo 1 yang berada di wilayah Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi parenting serta penguatan *Growth Mindset* atau pola pikir bertumbuh yang disampaikan Pengawas Kecamatan Wonomerto Burhanuddin. Selain itu, Pengawas Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih memberikan materi mengenai pentingnya menciptakan iklim belajar yang kondusif bagi seluruh peserta didik.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga diajak merefleksikan penerapan pola pikir bertumbuh melalui pemutaran video, diskusi kelompok dan simulasi Power Walk. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman guru terhadap keragaman latar belakang peserta didik, baik dari sisi geografis, ekonomi, budaya hingga kondisi disabilitas.

Sementara pada hari kedua, peserta mendalami Unit 1 mengenai konsep dasar Pembelajaran Kelas Rangkap. Materi disampaikan melalui pemutaran video, curah gagasan, diskusi kelompok dan presentasi hasil pembahasan terkait definisi, urgensi serta strategi pelaksanaan PKR di sekolah.

District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo, Anwar Sutranggono, menyampaikan bahwa kolaborasi KKG Multigrade di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan sumber daya.

“Pelaksanaan KKG Multigrade ini membuktikan bahwa keterbatasan jumlah guru atau ruang kelas bukan lagi hambatan, melainkan peluang untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Melalui kolaborasi ini, guru dapat saling berbagi praktik baik dan memperkaya metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah,” ujarnya.

Menurut Anwar, pembelajaran kelas rangkap memberikan berbagai dampak positif, mulai dari meningkatnya efisiensi dan efektivitas proses belajar, terbangunnya kolaborasi lintas sekolah dan kecamatan hingga tumbuhnya kemandirian peserta didik melalui interaksi tutor sebaya.

“Model pembelajaran multigrade mampu mendorong siswa untuk belajar bersama, saling membantu dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Sementara siswa yang lebih muda menjadi lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang,” jelasnya.

Pengawas Kecamatan Wonomerto Burhanuddin menegaskan bahwa keberhasilan implementasi PKR tidak hanya ditentukan oleh penguasaan strategi pembelajaran, tetapi juga oleh pola pikir guru yang terus berkembang dan kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

“Pembelajaran kelas rangkap menuntut guru memiliki pola pikir bertumbuh atau *growth mindset*. Guru harus yakin bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang melalui usaha, pendampingan dan strategi pembelajaran yang tepat. Ketika guru mampu menanamkan keyakinan tersebut, maka suasana belajar yang positif dan berpusat pada murid akan lebih mudah terwujud,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberagaman karakteristik peserta didik harus dipandang sebagai kekuatan dalam proses pembelajaran. Oleh sebab itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang inklusif dengan memperhatikan kebutuhan belajar setiap anak.

“Lingkungan belajar yang inklusif harus menjadi budaya di sekolah. Setiap anak, apa pun latar belakang sosial, ekonomi, budaya maupun kemampuan belajarnya, harus mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk belajar,” tambahnya.

Burhanuddin berharap kegiatan diseminasi ini dapat memperkuat kapasitas guru dalam mengelola kelas secara efektif sekaligus meningkatkan kolaborasi antarguru melalui forum KKG.

Sementara itu, Pengawas Kecamatan Sumberasih Maini Yudiningsih mengajak para guru untuk mengoptimalkan penerapan PKR sebagai strategi efektif dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan, khususnya di sekolah dengan keterbatasan jumlah guru, ruang kelas maupun peserta didik.

“Pembelajaran kelas rangkap harus dipahami sebagai pendekatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar bersama dalam lingkungan yang kolaboratif, saling membantu dan saling menghargai perbedaan. Dengan pengelolaan yang tepat, PKR justru dapat meningkatkan kemandirian, kemampuan sosial serta capaian akademik peserta didik,” ungkapnya.

Menurut Maini, keberhasilan PKR sangat bergantung pada kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran, menyesuaikan strategi dengan kebutuhan murid serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan kaya literasi maupun numerasi.

Ia berharap forum KKG dapat menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus wadah peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap di sekolah masing-masing.

“Melalui forum KKG ini, para guru dapat saling belajar, berbagi pengalaman dan menemukan solusi bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi di sekolah. Harapannya, implementasi pembelajaran kelas rangkap dapat berjalan lebih efektif dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh peserta didik,” harapnya.

Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut implementasi Pembelajaran Kelas Rangkap di sekolah. KKG Multigrade dijadwalkan kembali berlangsung pada 22 Juli 2026 di Korwil Wonomerto dan akan dilanjutkan dengan kegiatan studi sharing ke lembaga multigrade di Kecamatan Sukapura pada 1 Agustus 2026 sebagai upaya memperluas praktik baik pendidikan multigrade di Kabupaten Probolinggo.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!