Dispopar, PELTI Dan KONI Bersinergi Cetak Petenis Muda Berprestasi Lewat Wali Kota Cup 2026

0
IMG-20260627-WA0049
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda yang berprestasi. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup 2026 sebagai wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet tenis berbakat yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di masa mendatang.

Sebagai upaya membangkitkan kembali prestasi olahraga tenis sekaligus menjaring bibit-bibit atlet muda potensial, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) bekerja sama dengan Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo menggelar Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup 2026 di Tennis Indoor Jalan Suroyo.

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (27–28 Juni 2026), tersebut diikuti sebanyak 38 atlet junior dari berbagai kelompok usia, ditambah kategori beginner. Pembukaan kejuaraan ditandai dengan servis pertama oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, sebagai simbol dimulainya pertandingan.

Dalam sambutannya, Walikota dr. Aminuddin menyampaikan optimismenya terhadap perkembangan olahraga tenis di Kota Probolinggo. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang kini semakin lengkap, baik lapangan tenis indoor maupun outdoor, menjadi modal penting untuk kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Ia mengenang masa ketika petenis Kota Probolinggo pernah menjadi kekuatan yang disegani di berbagai kejuaraan. Nama-nama seperti Mala, Gangsar, Tito dan sejumlah atlet lainnya pernah mengharumkan nama daerah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir regenerasi atlet dinilai mulai berkurang.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini hadir calon-calon petenis muda Kota Probolinggo. Lima hingga sepuluh tahun lalu atlet tenis Kota Probolinggo sangat disegani. Namun belakangan saya belum melihat munculnya calon-calon atlet yang benar-benar kuat. Semoga kejuaraan ini menjadi awal kebangkitan tenis Kota Probolinggo,” ujar wali kota yang juga dikenal gemar bermain tenis.

Menurutnya, sebuah kejuaraan bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para atlet muda untuk memahami bahwa prestasi hanya bisa diraih melalui proses panjang, latihan yang konsisten, mental yang tangguh, fisik yang prima, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Di hadapan para peserta, dr. Aminuddin berpesan agar para atlet tidak takut menghadapi lawan di lapangan. Ia mengingatkan bahwa persaingan hanya terjadi saat pertandingan berlangsung, sedangkan di luar lapangan seluruh atlet tetap bersaudara.

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Jangan takut menghadapi lawan. Di lapangan kita lawan, di luar lapangan kita tetap kawan. Junjung tinggi sportivitas, raih prestasi dan pererat persahabatan. Prestasi harus kita rebut, tetapi dalam prosesnya jangan pernah melupakan nilai persahabatan,” pesannya.

Wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya untuk aktif berlatih dan mengikuti berbagai kompetisi olahraga.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Prayitno, mengaku bersyukur Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup dapat kembali diselenggarakan setelah beberapa waktu vakum. Menurutnya, kejuaraan ini menjadi langkah penting dalam membangun kembali regenerasi atlet tenis Kota Probolinggo.

Ia menjelaskan, sebelumnya Kota Probolinggo pernah memiliki sejumlah atlet berprestasi seperti Zaki dan Shafy. Namun setelah itu regenerasi atlet mengalami jeda sehingga diperlukan kompetisi yang berkesinambungan untuk menemukan bibit-bibit baru.

“Kami berharap melalui kejuaraan ini nantinya lahir atlet-atlet yang mampu menyamai bahkan melampaui prestasi atlet-atlet terdahulu sehingga kejayaan tenis Kota Probolinggo bisa kembali terulang,” ungkap Prayitno.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dispopar Kota Probolinggo M. Abas mengatakan bahwa turnamen ini memang dirancang sebagai wadah pembinaan atlet usia dini sekaligus ajang mengukur kemampuan para pemain muda melalui pertandingan yang kompetitif.

Menurutnya, selain mencari bibit atlet berprestasi, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding, melatih mental, sekaligus mengisi masa libur sekolah dengan kegiatan yang positif dan produktif.

“Melalui turnamen ini kami ingin memberikan ruang bagi atlet-atlet muda untuk berkembang. Mereka dapat bertemu lawan yang selevel sehingga kemampuan dan mental bertandingnya semakin terasah. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi alternatif positif dalam mengisi waktu libur sekolah melalui olahraga,” jelas M. Abas.

Kejuaraan Tenis Junior Wali Kota Cup 2026 diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi baru petenis Kota Probolinggo. Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan orang tua, olahraga tenis di Kota Probolinggo diharapkan kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Turut hadir dalam pembukaan kejuaraan tersebut Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Ketua KONI Kota Probolinggo, jajaran PELTI, para pelatih, serta orang tua atlet yang memberikan dukungan langsung kepada para peserta.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!