HUT BPJS Kesehatan ke-58, Ratusan Peserta Prolanis Ikuti Gerak Sehat di RS Graha Sehat Kraksaan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat upaya pencegahan penyakit tidak menular di Kabupaten Probolinggo. Melalui kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dan RS Graha Sehat Kraksaan, ratusan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diajak membudayakan hidup sehat melalui kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis yang digelar di RS Graha Sehat Kraksaan, Jum’at (10/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mengedepankan layanan promotif dan preventif guna menekan angka penyakit kronis, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini melalui olahraga, pemeriksaan kesehatan rutin serta pola hidup sehat.
Sebanyak 120 peserta dari berbagai kelompok Prolanis mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari Puskesmas Pajarakan, Puskesmas Kraksaan, Klinik Santika Kraksaan, Klinik Tjipluk Abdi Medika dan Klinik Saqa Kraksaan.
Selain senam bersama dan jalan sehat, para peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan serta pendampingan mengenai pengelolaan penyakit kronis agar tetap dapat menjalani aktivitas secara produktif.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dr. Kemas Rona Kurniawansyah, Kepala Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto, Plt Direktur RS Graha Sehat dr. Rizky Pramudya Akbar, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Kabupaten Probolinggo Farid Zaini beserta jajaran RS Graha Sehat Kraksaan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan dr. Kemas Rona Kurniawansyah mengatakan Gerak Sehat Prolanis merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-58 BPJS Kesehatan yang diperingati setiap tanggal 15 Juli. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya olahraga bersama, tetapi juga menjadi media edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya mengendalikan penyakit kronis sejak dini.
“Gerak Sehat Prolanis merupakan rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun BPJS Kesehatan yang diperingati setiap tanggal 15 Juli. Hari ini kami bersama RS Graha Sehat mengumpulkan kelompok-kelompok Prolanis dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit untuk melaksanakan kegiatan bersama,” ujarnya.
Kemas menjelaskan, penyandang penyakit kronis tetap dapat menjalankan aktivitas secara normal selama kondisi kesehatannya terkontrol melalui pemeriksaan rutin, kepatuhan mengonsumsi obat, olahraga teratur serta penerapan pola hidup sehat. Menurutnya, kelompok Prolanis juga menjadi wadah pembinaan kesehatan berkelanjutan karena secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan setiap pekan.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan penyakit kronis. Apabila penyakit kronis tidak terkendali, dampaknya tentu jauh lebih berat. Karena itu kegiatan ini menjadi bagian dari upaya promotif agar peserta tetap sehat dan produktif,” terangnya.
Ia berharap seluruh peserta BPJS Kesehatan yang memiliki penyakit kronis dapat memanfaatkan layanan Prolanis secara optimal.
“Kami mengajak seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya penyandang penyakit kronis untuk terus menjaga kesehatan, melakukan kontrol rutin dan bergabung dalam klub Prolanis karena pelayanan yang diberikan sangat komprehensif,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Direktur RS Graha Sehat Kraksaan dr. Rizky Pramudya Akbar menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan yang telah mempercayakan RS Graha Sehat sebagai mitra penyelenggara kegiatan Gerak Sehat Prolanis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah mempercayakan RS Graha Sehat sebagai kolaborator dalam kegiatan ini. Hal ini menunjukkan hubungan antara rumah sakit dan BPJS sangat erat. Kami tidak hanya bergerak di bidang pengobatan, tetapi juga pencegahan. Rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, melainkan juga menjadi tempat membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan,” jelasnya.
Rizky menegaskan, ke depan RS Graha Sehat akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai organisasi maupun fasilitas kesehatan agar manfaat program semakin luas dirasakan masyarakat.
“Langkah konkret kami adalah memastikan kegiatan positif seperti ini terus berlanjut. Kami berharap ke depan dapat melibatkan lebih banyak organisasi sehingga dampaknya semakin luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SPI RS Graha Sehat dr. Susanti Sugianto mengajak masyarakat mulai membiasakan aktivitas fisik sederhana sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Menurutnya, jalan cepat dengan ayunan tangan selama tiga menit dalam lima siklus atau sekitar 30 menit merupakan olahraga yang mudah dilakukan siapa saja namun memiliki manfaat besar bagi kesehatan.
“Jalan cepat disertai ayunan tangan selama tiga menit dalam lima siklus atau sekitar 30 menit terbukti ampuh mengontrol tekanan darah, mengendalikan gula darah, meningkatkan kebugaran tubuh serta meningkatkan fungsi jantung tanpa membebani jantung secara berlebihan,” ungkapnya.
Susanti juga menekankan bahwa paradigma pelayanan kesehatan saat ini harus lebih mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan hanya berfokus pada pengobatan.
“Seluruh fasilitas kesehatan, baik FKTP maupun FKTL, diharapkan memperkuat layanan promotif dan preventif sehingga masyarakat tetap sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo menyampaikan bahwa penyakit tidak menular kini menjadi tantangan terbesar dalam sektor kesehatan. Kasus hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal hingga kanker terus meningkat dan mulai banyak menyerang usia produktif.
“Kalau dulu penyakit menular lebih dominan, sekarang trennya bergeser ke penyakit tidak menular. Stroke, penyakit jantung, gagal ginjal hingga kanker semakin banyak. Padahal sebagian besar penyakit tersebut masih bisa dicegah,” katanya.
Menurut Hariawan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama BPJS Kesehatan akan memperluas pembentukan Klub Prolanis di puskesmas maupun desa agar masyarakat semakin mudah memperoleh edukasi dan pendampingan kesehatan.
“Kami akan memperbanyak Klub Prolanis di puskesmas maupun desa. Harapan kami bukan semakin banyak orang sakit yang ikut Prolanis, tetapi semakin banyak masyarakat yang tetap sehat karena mendapatkan edukasi dan pendampingan sejak dini,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh layanan dalam Program Prolanis diberikan secara gratis karena seluruh pembiayaannya telah ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
“Kalau ada Klub Prolanis yang meminta bayaran, laporkan langsung kepada saya. Program ini harus gratis karena seluruh pembiayaannya sudah disiapkan pemerintah melalui BPJS Kesehatan,” tegasnya.
Hariawan menambahkan, hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi dua penyakit yang harus mendapatkan perhatian serius karena menjadi penyebab utama berbagai komplikasi berat, termasuk gagal ginjal. Bahkan, tren pasien yang menjalani cuci darah kini terus meningkat dan mulai banyak dialami masyarakat berusia 30 hingga 35 tahun akibat hipertensi dan diabetes yang tidak terkendali.
“Kita ingin masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan. Jangan menunggu sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Lebih baik datang untuk belajar hidup sehat daripada datang ketika sudah terkena stroke, gagal ginjal atau serangan jantung,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
