DPC Ormas TKN Lumajang Gelar Doa Kebangsaan, Wujud Kepedulian terhadap Anak Yatim dan Umat
Lumajang, Radarpatroli.com
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, ratusan anak yatim piatu, santri, tokoh agama, dan warga memadati Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, untuk mengikuti Doa Kebangsaan untuk Indonesia yang digelar bersama DPP Tapal Kuda Nasional (TKN), Senin (13/7/2026) tadi malam.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat itu diawali dengan lantunan sholawat yang menggema di seluruh area pondok. Ratusan jamaah larut dalam doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan keberkahan, dijauhkan dari berbagai kesulitan, serta kondisi perekonomian nasional yang saat ini masih dirasakan belum stabil dapat segera membaik.
Suasana religius semakin terasa ketika anak-anak yatim mengangkat tangan bersama para ulama dan masyarakat, memanjatkan doa agar rakyat Indonesia diberikan kemudahan mencari rezeki, lapangan pekerjaan semakin terbuka, harga kebutuhan pokok tetap terkendali, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Ketua DPC Ormas Tapal Kuda Nasional (TKN) Kabupaten Lumajang, Noto, mengatakan bahwa Doa Kebangsaan merupakan bentuk ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk tidak kehilangan harapan. Selain bekerja dan berikhtiar, kita juga harus memperbanyak doa. Semoga kondisi perekonomian Indonesia segera kembali stabil sehingga masyarakat kecil, petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, hingga para pekerja dapat kembali merasakan kesejahteraan,” ujar Noto kepada wartawan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat nilai gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian terhadap anak-anak yatim yang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad, Kyai Fathurrohman, menegaskan bahwa sholawat dan doa merupakan ikhtiar spiritual yang harus terus dijaga, terutama ketika bangsa menghadapi berbagai ujian.
“Kita meyakini bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya. Melalui sholawat dan doa bersama ini, kami memohon agar Allah SWT memberikan keberkahan kepada Indonesia, menjaga persatuan bangsa, melimpahkan rezeki kepada masyarakat, serta memberikan kemudahan bagi pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi,” tutur Kyai Fathurrohman.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan oleh anak-anak yatim memiliki makna yang sangat istimewa. Karena itu, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus ikhtiar bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Lantunan sholawat terus menggema sebelum doa bersama dipimpin oleh para ulama. Sejumlah masyarakat yang hadir tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan khidmat, berharap Indonesia segera keluar dari tekanan ekonomi dan kembali menuju kondisi yang lebih stabil.
Pondok Pesantren Islamiah Anwarul Ahad yang dipimpin oleh Kyai Fathurrohman berlokasi di Jalan Pesisir Pantai Selatan, RT 05/RW 13, Dusun Pemukiman, Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. Selain menjadi pusat pendidikan agama yang beroperasi selama 24 jam, pesantren ini juga menyelenggarakan pendidikan formal melalui SMP Anwarul Ahad Pesisir Pandanwangi, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan akhlak.
Melalui Doa Kebangsaan ini, DPP dan DPC Tapal Kuda Nasional berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan terus menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan. Pesan yang disampaikan sederhana namun mendalam: ikhtiar membangun Indonesia tidak hanya dilakukan melalui kerja nyata, tetapi juga melalui doa, sholawat, dan kepedulian terhadap sesama.
Reporter : Sayful
Editor : Yuris
