Wali Kota Probolinggo Tinjau Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Berburu Sembako Murah

0
WhatsApp Image 2026-07-21 at 12_07_17
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Antrean warga tampak memadati kawasan depan Kios Pangan Kopi Siaga di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo, Selasa (21/7/2026). Mereka rela datang sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar Pemerintah Kota Probolinggo sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin turun langsung meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sekaligus menyapa masyarakat yang sedang berbelanja. Kehadirannya didampingi Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Andri Purwanto, serta Kepala UPT Pasar Hendra Prunomo.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Probolinggo untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap stabil di tengah fluktuasi harga pasar.

“Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Di sisi lain, kami juga menjaga agar harga di tingkat pedagang tetap stabil sehingga tidak merugikan pelaku usaha. Karena itu, pembelian beberapa komoditas seperti beras dan minyak goreng dibatasi agar distribusinya merata dan bisa dinikmati lebih banyak masyarakat,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, pengendalian inflasi menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Karena itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah akan terus dievaluasi secara berkala menyesuaikan perkembangan harga dan kondisi ekonomi.

“Lokasi pelaksanaan dipusatkan di titik-titik strategis. Ke depan, frekuensi kegiatan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi mingguan terhadap kondisi harga dan inflasi di Kota Probolinggo,” imbuhnya.

Interaksi langsung wali kota dengan warga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan program bantuan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga sejumlah komoditas.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah berbeda dengan operasi pasar biasa karena dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat.

“Program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” jelasnya.

DKP3 juga menggandeng berbagai pihak, di antaranya Perum Bulog dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), guna memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Ke depan, pemerintah berharap produk yang dijual tidak hanya terbatas pada kebutuhan pokok, tetapi juga hasil pertanian, perikanan hingga produk UMKM lokal.

Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat dapat membeli beras SPHP sebanyak 1 ton dengan harga Rp57.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, Minyak Kita Rp31.000 per 2 liter, telur ayam Rp25.000 per kilogram, bawang merah Rp12.000 per setengah kilogram, bawang putih Rp13.000 per setengah kilogram, telur puyuh Rp28.000 per kilogram, tomat Rp1.000 per setengah kilogram, cabai rawit Rp9.000 per seperempat kilogram, serta berbagai kebutuhan lain seperti tepung terigu, bumbu racik, kecap, garam, dan mi instan.

Gerakan Pangan Murah juga menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha mikro. Salah satunya Dapur Lovelyta Food milik Alita yang menawarkan beragam olahan hasil perikanan seperti dimsum, udang keju, ikan belanak berbumbu hingga rice bowl dengan harga terjangkau.

Salah seorang pengunjung, Yuliatin (51), warga Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia membeli telur, gula, dan minyak goreng untuk kebutuhan usaha kuliner yang dijalankannya.

“Saya jualan nasi goreng, koloke, dan capjai. Harga di sini lebih murah sehingga sangat membantu mengurangi biaya produksi. Semoga kegiatan seperti ini semakin sering diadakan agar pedagang kecil seperti kami bisa tetap bertahan,” tuturnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!