Bupati Haris Bersama Menko PMK Pantau Langsung Karhutla di Gunung Bromo

0
bc4f1b80-a911-45d0-91ed-983985462a89
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com 

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo mendapat perhatian langsung pemerintah pusat. Menko PMK Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto turun langsung meninjau kondisi karhutla di kawasan Bromo, Selasa (11/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, keduanya didampingi Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan penanganan sekaligus memastikan proses pemadaman terhadap titik api yang masih aktif terus dilakukan secara maksimal.

Sebelum menuju lokasi kebakaran, rombongan menerima pemaparan dari Korem 083/Bhaladika Jaya mengenai perkembangan terkini penanganan karhutla Bromo. Dari hasil pemantauan, masih terdapat dua titik api yang menjadi perhatian petugas.

Kedua titik tersebut berada di kawasan P30 Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, dan Dingklik Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kondisi medan berupa tebing dan sulit dijangkau membuat proses pemadaman secara manual menghadapi sejumlah kendala.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, pemadaman di dua lokasi tersebut dilakukan dengan mengandalkan operasi water bombing. Sebanyak tiga unit helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani dari darat.

“Dua titik api masih dilakukan pemadaman, yaitu di P30 Kecamatan Sumber dan Dingklik Kecamatan Tosari. Karena lokasinya berada di tebing yang sulit dijangkau secara manual, kita menggunakan metode water bombing dengan mengerahkan tiga helikopter,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, pemerintah menargetkan kedua titik api tersebut dapat dituntaskan secepatnya. Hal itu dinilai penting mengingat sejumlah helikopter yang digunakan dalam operasi pemadaman juga akan dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran di lokasi lainnya.

Hingga Selasa (11/8/2026), luas kawasan yang terdampak karhutla Bromo tercatat mencapai sekitar 889 hektare. Area terbakar tersebut tersebar di empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Malang dan Pasuruan.

Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa percepatan pemadaman terhadap dua titik api yang masih aktif menjadi prioritas pemerintah. Namun, upaya penanganan tidak hanya berhenti pada pemadaman, melainkan juga harus diikuti langkah pencegahan agar tidak muncul titik api baru.

“Fokus kita adalah melakukan pemadaman di dua titik yang masih menyala secepat-cepatnya. Dukungan pemerintah sangat penting, di samping peran masyarakat dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo,” ungkapnya.

Pratikno juga menekankan pentingnya langkah antisipasi secara bersamaan. Salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila terdapat potensi awan hujan.

OMC dilakukan BNPB dengan berkoordinasi bersama BMKG. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu membasahi wilayah terdampak sehingga proses pemadaman lebih efektif sekaligus mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK Pratikno juga menyerahkan bantuan perlengkapan keselamatan berupa baju tahan api dan sepatu bot kepada Korem 083/Bhaladika Jaya dan BPBD Jawa Timur. Perlengkapan tersebut diperuntukkan bagi personel yang berada di garis depan penanganan karhutla Bromo.

Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah bekerja bersama dalam menangani kebakaran di kawasan Bromo.

“Karhutla Bromo merupakan persoalan yang berpotensi berulang sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” katanya.

Bupati Haris menilai penguatan mitigasi dan pencegahan menjadi bagian penting untuk menekan risiko karhutla pada masa mendatang. Menurutnya, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat untuk menjaga kelestarian kawasan Bromo sekaligus melindungi masyarakat di sekitarnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam penanganan karhutla di kawasan Bromo. Kebakaran ini merupakan persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus mendukung koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla. Selain mempercepat penanganan titik api yang masih aktif, penguatan mitigasi dan langkah pencegahan juga akan terus didorong guna menjaga kawasan Bromo dari ancaman kebakaran berulang.

Reporter : Sayful 

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!