Ribuan Scooterist Nusantara Serbu Bermi, Argopuro Scooter Holiday 2026 Jadi Etalase Wisata Probolinggo

0
WhatsApp-Image-2026-09-19-at-18.42.33
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Deru mesin Vespa terdengar bersahutan di sepanjang jalur Pajarakan menuju Bermi, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (19/9/2026). Ribuan scooterist dari berbagai daerah di Indonesia memadati jalur menuju kawasan dataran tinggi tersebut.

Dengan atribut khas komunitas masing-masing, para penggemar Vespa bergerak menuju satu titik, yakni Bermi Eco Park, Desa Bermi, Kecamatan Krucil. Perjalanan tersebut bukan sekadar touring, tetapi menjadi momentum bertemu, bersilaturahmi sekaligus mengenal lebih dekat destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo.

Suasana tersebut menjadi bagian dari Argopuro Scooter Holiday (ASH) 2026, yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Batalyon Yonif TP 836/Brahma Yodha, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).

Diperkirakan sekitar 2.500 scooterist ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai penjuru Nusantara. Bahkan, salah satu peserta tercatat menempuh perjalanan jauh dari Makassar untuk mengikuti event yang berlangsung di kawasan Bermi tersebut.

Kehadiran ribuan penggemar Vespa itu membuat jalur Pajarakan-Krucil seolah berubah menjadi etalase bergerak Kabupaten Probolinggo. Para peserta secara langsung menikmati lanskap Bumi Rengganis sepanjang perjalanan menuju kawasan pegunungan.

Tanjakan dan turunan, udara sejuk pegunungan serta hamparan kawasan hijau menjadi bagian dari pengalaman para scooterist. Setelah menempuh perjalanan, mereka kemudian berkumpul di Bermi Eco Park bersama komunitas Vespa dari berbagai daerah.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forkopimda turut mengikuti Fun Ride ASH 2026. Rombongan berangkat dari kediamannya di Pondok Pesantren Zainul Hasan (Zaha) Genggong, Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, menuju Bermi Eco Park, Kecamatan Krucil.

Namun, daya tarik kegiatan tersebut bukan hanya pada perjalanan ribuan Vespa menuju lokasi. Lebih dari itu, ASH 2026 menjadi ruang perjumpaan antarsesama scooterist yang selama ini terhubung melalui komunitas.

Bagi komunitas Vespa, perjalanan kerap menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan kawan lama sekaligus membuka pertemanan baru. Semangat itulah yang coba dibangun melalui pelaksanaan ASH 2026.

Ketua Panitia ASH 2026, Rian Novia Sandi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak sekadar menjadi ajang berkumpul komunitas scooter. Event ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata Kabupaten Probolinggo kepada peserta dari luar daerah.

“Selain event, pertama wisata. Kita ada lapak untuk informasi wisata, di mana nanti teman-teman tidak hanya satu hari menginap di sini, bisa bermalam lagi, bisa menikmati alam yang ada di sini,” jelasnya.

Menurutnya, kedatangan para scooterist diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan selama dua hari. Peserta diharapkan dapat memperpanjang kunjungan dengan menikmati destinasi wisata lain, mencicipi kuliner lokal maupun berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Sebab, ketika ribuan orang datang ke suatu daerah, dampaknya tidak hanya terlihat dari ramainya sebuah acara. Perputaran ekonomi juga ikut bergerak. Warung makan menjadi lebih ramai, penginapan mendapat tamu, sementara pelaku UMKM memperoleh kesempatan untuk menawarkan produk kepada pengunjung.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menilai pertemuan komunitas seperti ASH dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat dari luar Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, komunitas Vespa memiliki jaringan yang luas serta ikatan silaturahmi yang kuat. Karena itu, pengalaman para peserta selama berada di Probolinggo diharapkan dapat menjadi cerita yang dibawa pulang dan disampaikan kembali kepada komunitas mereka di daerah masing-masing.

“Pertemuan di Bermi dapat menjadi pintu masuk bagi peserta untuk mengenal lebih banyak destinasi yang ada di Kabupaten Probolinggo. Semoga ini menjadi peluang yang sangat baik agar masyarakat luas bisa mengenal Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Kabupaten Probolinggo sendiri memiliki beragam destinasi wisata. Mulai dari kawasan pegunungan, danau, pantai hingga kawasan Bromo. Tidak hanya itu, keberadaan Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan juga menjadi bagian dari kekayaan alam daerah.

“Di mana Kabupaten Probolinggo memiliki beragam potensi wisata, mulai dari danau, Gunung Argopuro, Gunung Lemongan, Bromo hingga kawasan pantai,” terangnya.

Potensi tersebut diharapkan semakin dikenal luas melalui kegiatan yang menghadirkan peserta dari berbagai daerah. Pengalaman yang mereka dapatkan selama berada di Kabupaten Probolinggo berpotensi menjadi promosi dari mulut ke mulut di lingkungan komunitas masing-masing.

Dari sisi ekonomi, panitia juga melibatkan pelaku UMKM lokal maupun dari daerah lain untuk ikut meramaikan kegiatan. Peserta tidak hanya disuguhi panggung pertemuan komunitas, tetapi juga berbagai aktivitas yang memberikan pengalaman selama berada di Bermi.

“Intinya setiap program seperti ini bagaimana masyarakat tetap bisa hidup, bisa makan dan bisa berjualan. Dengan banyaknya orang, pasti warung-warung juga akan hidup,” katanya.

Selain kegiatan komunitas dan wisata, ASH 2026 juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial serta lingkungan. Peserta bahkan dapat memanfaatkan layanan dynotest dari Kota Kediri untuk mengetahui kondisi sepeda motor mereka sebelum kembali melakukan perjalanan pulang.

Rangkaian kegiatan tersebut membuat ASH 2026 memiliki warna yang cukup beragam. Tidak hanya touring dan berkumpulnya komunitas Vespa, tetapi juga memadukan wisata, ekonomi lokal, kepedulian sosial serta lingkungan.

Rian Novia Sandi mengatakan, salah satu karakter yang membedakan ASH dengan sejumlah event Vespa lainnya adalah lokasi kegiatan yang berada di kawasan dataran tinggi.

“Biasanya kalau di event yang lain itu ada di dataran rendah, kita dataran tinggi. Karakter medan berupa tanjakan dan turunan menjadi salah satu tantangan bagi peserta,” ujarnya.

Karakter medan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada peserta. Bermi bukan hanya menjadi tempat berkumpul, melainkan juga menjadi bagian dari cerita perjalanan para scooterist.

Karena itu, panitia berharap Argopuro Scooter Holiday dapat terus digelar dan berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal di kalangan scooterist Indonesia.

“Event ini Insya Allah akan terus berlanjutan. Tiap tahun Insya Allah kita adakan, melihat nanti antusias dari teman-teman skuteris Indonesia,” pungkasnya.

Pada akhirnya, ribuan Vespa yang bergerak menuju Bermi bukan hanya meninggalkan jejak roda di sepanjang jalur Pajarakan-Krucil.

Mereka juga membawa cerita tentang perjalanan, pertemanan, silaturahmi dan sebuah kawasan bernama Bumi Rengganis yang mungkin bagi sebagian peserta menjadi pengalaman pertama.

Ketika perjalanan pulang dimulai, harapannya cerita tentang Bermi dan Kabupaten Probolinggo ikut bergerak bersama mereka. Dari satu komunitas ke komunitas lainnya, dari satu daerah ke daerah berikutnya, hingga potensi wisata Bumi Rengganis semakin dikenal di berbagai penjuru Nusantara.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!