Wali Kota Probolinggo Paparkan Strategi Pemerintahan Berkelanjutan di Universitas Terbuka

0
IMG-20260919-WA0095
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya membangun pemerintahan yang adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman menjadi perhatian Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin. Gagasan tersebut disampaikannya saat berbagi pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan dan inovasi daerah dalam Kuliah Umum Program Studi Magister Ilmu Administrasi Publik (MIAP) Universitas Terbuka (UT), Sabtu (19/9/2026).

Mengikuti kegiatan secara daring dari Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Aminuddin hadir bersama jajaran pejabat dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Transformasi Manajemen Publik: Sinergi Akademik dan Praktik Pemerintahan Daerah untuk Mewujudkan Tata Kelola yang Inovatif, Adaptif, dan Berkelanjutan”. Adapun subtema yang dibahas yakni “Pemerintahan Berkelanjutan (Sustainable Governance) melalui Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi Publik.”

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka Ali Muktiyanto menekankan pentingnya mempertemukan teori akademik dengan pengalaman nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga perlu mengetahui bagaimana teori tersebut diterapkan dalam praktik pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

“Dunia praktik dapat memvalidasi teori. Apa yang dipelajari kemudian diterapkan dalam dunia nyata. Di era new public management, birokrasi dituntut lebih sederhana, reliabel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah-langkah praktis dan strategis yang adaptif diperlukan untuk memastikan keberlanjutan pembangunan. Kehadiran praktisi pemerintahan dalam perkuliahan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam pemaparannya, Wali Kota Aminuddin menjelaskan sejumlah program pembangunan, capaian pemerintahan, tata kelola serta inovasi yang dikembangkan Pemerintah Kota Probolinggo untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Aminuddin juga menyoroti transformasi pola kerja pemerintahan melalui penguatan sistem digital. Menurutnya, teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat sistem pemerintahan sekaligus mempercepat proses pembangunan.

“Transformasi digital bukan sekadar mengubah sistem menjadi digital, tetapi bagaimana teknologi dapat memperkuat sistem pemerintahan sehingga proses pembangunan menjadi lebih cepat, terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi digital, lanjut Aminuddin, juga menjadi bagian penting dalam pengendalian, evaluasi dan pemantauan program pembangunan secara real time.

Paparan tersebut mendapat respons antusias dari mahasiswa. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa menggali lebih jauh mengenai proses pembangunan Kota Probolinggo, termasuk strategi pemerintah daerah menghadapi perubahan serta mengoptimalkan teknologi dan inovasi dalam pelayanan publik.

Usai kuliah umum, Wali Kota Aminuddin bersama jajaran pejabat dan kepala OPD melanjutkan agenda internal berupa paparan dashboard pimpinan.

Dalam forum tersebut, Aminuddin membahas arah pembangunan Kota Probolinggo melalui perencanaan jangka panjang hingga 2045.

Pemerintah daerah didorong menyusun perencanaan pembangunan yang semakin berbasis data dengan melihat capaian pembangunan tahun-tahun sebelumnya, kondisi saat ini serta proyeksi kebutuhan dan target pada masa mendatang.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang lebih terukur sekaligus membantu pemerintah membaca perkembangan pembangunan secara lebih komprehensif.

“Ke depan, perencanaan pembangunan harus semakin berbasis data. Kita melihat capaian dari tahun-tahun sebelumnya, kondisi saat ini, kemudian memproyeksikan kebutuhan dan target pembangunan ke depan,” kata Aminuddin.

Dengan dukungan digitalisasi dan transformasi sistem, pemerintah dapat melakukan pengendalian, evaluasi serta pemantauan program secara lebih cepat.

Aminuddin menegaskan bahwa transformasi digital pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Probolinggo akan terus mendorong kemajuan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kota Probolinggo harus terus maju, infrastrukturnya semakin baik, pelayanan publik semakin berkualitas dan ekonomi masyarakat semakin meningkat, sehingga pembangunan benar-benar bermuara pada keadilan sosial, khususnya bagi warga Kota Probolinggo,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!