Hari Santri Nasional 2026 di Kraksaan, Pemkab Probolinggo Salurkan Santunan untuk Ribuan Penerima

0
WhatsApp-Image-2026-10-22-at-12.48.25-2-1024x682
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Santunan bagi 500 anak yatim, bantuan untuk 850 santri dhuafa, serta santunan kepada 345 marbot masjid mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo di Alun-alun Kraksaan, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus meneguhkan peran pesantren dalam membangun generasi berilmu, berakhlak, dan mandiri.

Peringatan HSN tersebut dikemas melalui apel bersama yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo, para santri pondok pesantren, pelajar, serta lembaga dan badan otonom (banom) PCNU Kraksaan.

Apel dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Samsur, dan dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo, pimpinan organisasi masyarakat keagamaan, serta para pengasuh pondok pesantren.

Bertindak sebagai perwira upacara adalah Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo Syamsul Huda. Sementara pembacaan teks Resolusi Jihad dilakukan Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Chafidzul Hakim Noer, sedangkan komandan upacara dipercayakan kepada Kusnadi dari Banser Satkorcab Kraksaan.

Suasana apel berlangsung khidmat dengan dukungan korps musik Marching Band Gita Wibawa Praja Satpol PP Kabupaten Probolinggo. Paduan suara MTsN 2 Probolinggo turut membawakan Mars Hari Santri dan Mars Syubbanul Wathan, sedangkan doa dipimpin Wakil Ketua MUI Kabupaten Probolinggo KH. Hasan Ahsan Malik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan drama teatrikal bertema Resolusi Jihad oleh para santri Pondok Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton. Pertunjukan tersebut mengangkat semangat perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selain apel bersama, peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga diisi dengan penyerahan sejumlah bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan umat dan penguatan pendidikan pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Fasilitasi Pesantren kepada Ketua RMI Kraksaan. Bantuan sosial diberikan kepada 500 anak yatim, 850 santri dhuafa, dan 345 marbot masjid.

Bantuan lainnya meliputi 10 fasilitas sanitasi, 150 dampar atau bangku mengaji, serta program pemberdayaan ekonomi umat. Berbagai bentuk dukungan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran pesantren dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Pemkab Probolinggo juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba video profil pesantren yang diselenggarakan RMI Kraksaan. Juara pertama diraih Pondok Pesantren Badridduja, juara kedua Pondok Pesantren Nurul Yakin, dan juara ketiga Pondok Pesantren Ma’had Nurul Hasimi.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang dibacakannya, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Samsur mengajak para santri untuk terus meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman serta akhlak mulia.

Menurutnya, santri memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tantangan zaman menuntut santri tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu menguasai teknologi, mengembangkan inovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Santri memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi unggul untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.

Ia menjelaskan, perjuangan santri pada masa kini tidak lagi terbatas pada upaya mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

Momentum Hari Santri, lanjutnya, harus menjadi pengingat bagi seluruh santri untuk terus mengembangkan kemampuan diri dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

“Santri harus terus belajar, meningkatkan kompetensi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan akhlak mulia. Dengan bekal tersebut, santri dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” terangnya.

Samsur juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren sekaligus bersikap terbuka terhadap perkembangan zaman. Pendidikan pesantren dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berintegritas, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial.

Lebih lanjut, Samsur menjelaskan bahwa pesantren memiliki tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut diharapkan terus diperkuat agar pesantren semakin berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.

“Pesantren memiliki tiga fungsi utama meliputi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat agar pesantren semakin berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, momentum tersebut harus menjadi penggerak untuk memperkuat semangat pengabdian, persatuan, dan kemandirian di kalangan santri.

Para santri juga didorong agar mampu menjawab tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan karya nyata. Di sisi lain, santri diharapkan menjadi penjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

“Santri harus mampu menjawab tantangan zaman dengan ilmu, inovasi dan karya nyata. Pada saat yang sama, santri harus menjadi penjaga kerukunan, memperkuat persatuan serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Samsur menambahkan, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan bekal pendidikan, nilai keagamaan, dan kepedulian sosial, santri diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa.

“Dengan demikian, santri dapat terus melanjutkan perjuangan para ulama dan pendahulu bangsa melalui pendidikan, pengabdian serta karya yang bermanfaat,” pungkasnya.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Alun-alun Kraksaan menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam perjalanan bangsa. Melalui penguatan pendidikan pesantren, penguasaan teknologi, pembentukan karakter, serta pemberdayaan umat, santri diharapkan terus mengambil bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang maju, berakhlak, dan sejahtera.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!