Mango Carnival of Indonesia 2026 Resmi Ditutup, Walikota Probolinggo dr Aminuddin Pastikan Berlanjut Pada 2027

0
IMG-20261031-WA0026
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Gelaran Mango Carnival of Indonesia 2026 di Kota Probolinggo resmi ditutup dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan, Sabtu (31/10/2026). Penutupan festival yang menjadi ajang promosi potensi unggulan daerah tersebut dimeriahkan atraksi Chef Jo Mango, konser musik, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah berlangsung selama rangkaian kegiatan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lucia Aries Yulianti, Kapolres Probolinggo AKBP Lucky Permana Putra, jajaran Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kota Probolinggo.

Suasana semakin semarak ketika hiburan musik konser mulai menghibur masyarakat dan para tamu undangan. Penampilan atraksi Chef Jo Mango juga menjadi daya tarik tersendiri dalam rangkaian penutupan. Kemeriahan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya festival perdana yang mengusung semangat memperkenalkan mangga Indonesia kepada masyarakat luas.

Selain hiburan, agenda yang paling dinantikan adalah penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan. Salah satu momen menarik terjadi dalam pengumuman hasil lomba kirab gunungan mangga. Juara pertama berhasil diraih oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo yang dipimpin Lucia Aries Yulianti.

Keberhasilan Diskominfo meraih posisi pertama menjadi salah satu sorotan dalam malam penutupan. Kreasi gunungan mangga yang ditampilkan dalam kirab budaya sebelumnya menjadi bagian dari kreativitas dan semangat masing-masing perangkat daerah dalam menyemarakkan festival tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan Mango Carnival of Indonesia 2026. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), para sponsor, Bank Jatim, BPR Jatim, KADIN, seluruh OPD, serta masyarakat dan peserta dari berbagai daerah.

Menurut Aminuddin, kepercayaan Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Kota Probolinggo sebagai penyelenggara Mango Carnival of Indonesia merupakan sebuah kehormatan sekaligus kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi mangga daerah.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Probolinggo. Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak, seluruh kabupaten dan kota yang telah berpartisipasi, serta masyarakat yang ikut menyukseskan Mango Carnival of Indonesia pertama ini,” ungkap Aminuddin.

Ia menegaskan, penyelenggaraan festival tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial maupun hiburan masyarakat. Lebih dari itu, Mango Carnival menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan komoditas mangga, mengembangkan ilmu pengetahuan tentang budidaya mangga, serta mendorong kreativitas masyarakat dalam mengolah buah mangga menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

Walikota Probolinggo dr. Aminuddin juga menyampaikan bahwa dampak kegiatan tersebut mulai terlihat, terutama dari sisi promosi daerah dan peluang investasi. Bahkan, dirinya mengungkapkan telah mendapatkan undangan khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk bertemu dengan sejumlah investor asal Jepang yang menunjukkan ketertarikan terhadap komoditas mangga.

Menurutnya, peluang tersebut menjadi langkah awal untuk membuka pasar internasional bagi mangga Indonesia, khususnya mangga unggulan Probolinggo dan daerah sekitarnya.

Ia berharap rencana kunjungan investor Jepang ke Kota Probolinggo dapat segera terealisasi. Bahkan, terdapat peluang Kota Probolinggo untuk dilibatkan dalam agenda kunjungan bisnis Jawa Timur ke Nagoya, Jepang.

Meski demikian, Aminuddin mengakui masih terdapat tantangan dalam menembus pasar Jepang, salah satunya terkait persyaratan kualitas dan keamanan produk, termasuk persoalan hama ulat buah atau _fruit caterpillar_. Karena itu, pengembangan budidaya, perawatan, serta pengawasan kualitas mangga harus terus ditingkatkan agar mampu memenuhi standar pasar internasional.

Tak hanya berorientasi pada pasar ekspor, Mango Carnival of Indonesia juga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, selama tiga hari pelaksanaan kegiatan tersebut tercatat sekitar 21.750 pengunjung hadir dengan perputaran uang hampir mencapai Rp1 miliar.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan yang mengangkat potensi unggulan daerah mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan pendapatan.

Berbagai olahan berbahan dasar mangga yang ditampilkan dalam sejumlah perlombaan juga menjadi daya tarik tersendiri. Kreativitas masyarakat dalam mengolah buah mangga menjadi makanan dan produk bernilai tambah diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha baru sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kota Probolinggo.

Aminuddin berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun pertama. Ia ingin Mango Carnival menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mempertemukan petani, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, hingga investor untuk bersama-sama mengembangkan potensi mangga Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kabar membanggakan bahwa Kota Probolinggo bersama Kota Balikpapan dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang We Love Cities 2026. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan memperkenalkan berbagai potensi, kegiatan positif, serta keunggulan Kota Probolinggo melalui platform yang telah disediakan.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kecintaan terhadap daerah harus terus diperkuat.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai keberhasilan yang telah diraih Kota Probolinggo, termasuk apresiasi di bidang penurunan kemiskinan, investasi, serta pelayanan sosial, harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Menjelang akhir sambutannya, Aminuddin kembali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang lomba dalam rangkaian Mango Carnival of Indonesia 2026. Ia berharap seluruh peserta tetap mempertahankan kreativitas dan semangat untuk mengembangkan potensi daerah.

“Berakhirnya Mango Carnival of Indonesia ini bukan berarti berakhir pula semangat kita untuk mengembangkan kota tercinta. Mari terus kita bangun UMKM, kembangkan potensi daerah, dan jadikan semangat kebersamaan sebagai energi untuk terus bergerak serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin secara resmi menyatakan Mango Carnival of Indonesia 2026 ditutup.

Ia sekaligus memastikan bahwa festival tersebut akan kembali diselenggarakan pada 2027. Harapannya, penyelenggaraan berikutnya dapat berlangsung lebih meriah, menjangkau lebih banyak peserta, serta semakin memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah penghasil mangga unggulan di Indonesia.

“Insyaallah kita akan melanjutkan Mango Carnival of Indonesia 2027. Saya berharap kegiatan ini terus berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat. Sampai bertemu kembali di Mango Carnival of Indonesia tahun depan,” pungkas Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin.

Penulis : Sayful

   Editor : Yuris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!