Museum Tengger Bangkit, Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono Kawal Peresmian Bersama Menbud RI

0
IMG-20260127-WA0014
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Pengamanan ketat mewarnai peresmian revitalisasi Museum Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/1). Komandan Kodim (Dandim) 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono turun langsung mengawal jalannya kegiatan yang diresmikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, guna memastikan acara berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Peresmian revitalisasi Museum Tengger tersebut ditandai dengan pemotongan untaian bunga serta penandatanganan prasasti oleh Menbud RI Fadli Zon yang didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Probolinggo dan sejumlah pihak terkait.

Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan bahwa Museum Tengger merupakan pusat informasi budaya masyarakat Tengger yang memiliki nilai sejarah tinggi. Museum ini dibangun sebagai ruang edukasi, dokumentasi, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.

“Harapan kami, Museum Tengger ini menjadi wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya bangsa, khususnya budaya masyarakat Tengger yang sarat nilai historis, filosofis, dan kearifan lokal,” ujar Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.

Ia juga berharap Museum Tengger dapat berkembang menjadi pusat kajian kebudayaan sekaligus destinasi wisata edukasi yang mampu memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi.

“Semoga Museum Tengger ini menjadi pusat kajian kebudayaan dan destinasi wisata edukasi yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau kondisi Museum Tengger beberapa bulan lalu saat menghadiri upacara Yadnya Kasada. Dari hasil kunjungan tersebut, pihaknya langsung merespons perlunya dilakukan revitalisasi museum.

“Alhamdulillah, hari ini revitalisasi Museum Tengger telah selesai. Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kerja sama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur dalam mewujudkan hal ini,” ungkap Fadli Zon.

Menurutnya, rehabilitasi dan revitalisasi museum merupakan bagian penting dari komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya, tradisi, serta adat istiadat masyarakat Suku Tengger yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi.

Museum Tengger yang terletak di kaki Gunung Bromo ini menyimpan berbagai ekspresi budaya, mulai dari benda pusaka bersejarah, dokumentasi, busana adat, hingga beragam artefak budaya lainnya. Seluruh koleksi tersebut mencerminkan nilai-nilai leluhur dan tradisi, termasuk upacara Yadnya Kasada, yang membentuk identitas dan pola kehidupan masyarakat Tengger.

“Masyarakat Tengger telah menunjukkan bahwa budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber kekuatan. Nilai harmoni antara manusia dan alam, sesama manusia, serta dengan Sang Pencipta, termasuk semangat gotong royong, merupakan jati diri yang harus terus kita jaga dan lestarikan,” lanjutnya.

Fadli Zon menegaskan bahwa Museum Tengger diharapkan menjadi pusat informasi, pusat edukasi, sekaligus pusat budaya. Ia pun mengajak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Gunung Bromo untuk tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyempatkan diri mengenal lebih dalam budaya masyarakat Tengger melalui Museum Tengger.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!