Danramil 0820-01/Kanigaran Hadiri Pembukaan Lomba Layangan Aduan Wali Kota Cup, Semarakkan Semipro 2026
Probolinggo, Radarpatroli.com
Suasana kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, semakin semarak dengan digelarnya pembukaan Lomba Layangan Aduan Wali Kota Cup dalam rangkaian Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) Tahun 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Danramil 0820-01/Kanigaran, Kapten Arh Ari Bonanto, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian olahraga tradisional tersebut.

Kehadiran Danramil pada ajang yang menyedot perhatian ratusan pecinta layang-layang ini menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. Selain menjadi hiburan, lomba layangan aduan juga dinilai memiliki nilai budaya, edukasi, hingga potensi ekonomi yang terus berkembang.
Kapten Arh Ari Bonanto mengatakan, lomba layangan aduan diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi antar peserta serta melestarikan permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap semangat kebersamaan terus terjalin. Selain itu, olahraga rekreasi di Kota Probolinggo juga semakin berkembang sehingga setiap induk organisasi olahraga (Inorga) dapat terus menunjukkan eksistensi dan prestasinya,” ujar Kapten Ari Bonanto.
Ia mengaku memiliki kenangan tersendiri dengan permainan layang-layang sejak kecil. Bahkan, dirinya pernah membuat layangan beserta benang gelas secara mandiri sebelum akhirnya melihat perkembangan layangan aduan yang kini jauh lebih modern dan profesional.
“Dulu saya buat layangan dan benang gelasnya sendiri. Saya hadir untuk melihat langsung bagaimana perkembangan layang-layang saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya, layangan aduan kini telah mengalami transformasi yang sangat pesat. Jika dahulu hanya dikenal sebagai permainan rakyat, kini layangan aduan berkembang menjadi salah satu cabang olahraga rekreasi yang rutin dipertandingkan di berbagai daerah.
“Berbagai daerah kini rutin menyelenggarakan kompetisi untuk mewadahi para atlet, menggerakkan ekonomi mikro, serta mendorong pengakuan layangan aduan sebagai cabang olahraga resmi di bawah KONI,” jelas perwira berpostur tinggi tegap tersebut.
Kapten Ari Bonanto juga berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama pertandingan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, sehingga kompetisi berjalan aman, tertib, dan menghibur masyarakat yang hadir menyaksikan.
Ia menegaskan bahwa lomba layangan aduan bukan sekadar perlombaan mencari pemenang, melainkan juga menjadi sarana melestarikan budaya bangsa yang memiliki nilai sejarah panjang di Indonesia.
“Lomba layangan aduan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan budaya dan tradisi Indonesia. Layang-layang telah menjadi bagian dari sejarah dan kebudayaan Indonesia, sehingga kegiatan ini diharapkan mampu mempromosikan sekaligus mengembangkan olahraga layang-layang kepada generasi muda,” tuturnya.
Melalui penyelenggaraan Lomba Layangan Aduan Wali Kota Cup dalam Semipro 2026, Pemerintah Kota Probolinggo bersama berbagai pihak berharap olahraga tradisional ini semakin dikenal luas, melahirkan atlet-atlet berprestasi, serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal.
Reporter : Sayful
Sumber Berita :
