Lomba Mancing Bandeng, Rangkaian SEMIPRO 2026 Diserbu Ratusan Peserta, Wali Kota Probolinggo Dorong Wisata dan Ekonomi Perikanan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Suasana kawasan tambak milik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo di Jalan Gajah Mada dipenuhi semangat dan antusiasme para penghobi memancing pada Minggu (5/7/2026). Sebanyak 125 pemancing dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti Lomba Mancing Bandeng yang menjadi salah satu rangkaian Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) 2026.

Gelaran yang menjadi agenda rutin DKPPP tersebut tahun ini tampil lebih meriah. Selain menjadi ajang silaturahmi komunitas pemancing, kegiatan ini juga menawarkan total hadiah sebesar Rp10 juta, meningkat dua kali lipat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Tak heran jika peserta datang dari berbagai kota untuk berburu bandeng terbesar yang ditebar di kolam.
Sekitar enam kuintal ikan bandeng dilepas ke kolam untuk diperebutkan para peserta. Lomba berlangsung selama enam jam, dimulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sejak peluit tanda dimulainya perlombaan dibunyikan, para pemancing tampak serius mengadu strategi dan kesabaran demi mendapatkan ikan dengan bobot paling berat.
Kemeriahan lomba semakin lengkap dengan kehadiran Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin. Orang nomor satu di Kota Mangga dan Anggur tersebut tidak hanya menyapa peserta, tetapi juga ikut merasakan sensasi memancing dengan melempar kail ke kolam bersama para peserta lainnya.
Di sela kegiatan, dr. Aminuddin menyampaikan apresiasinya terhadap tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti lomba mancing tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Lomba mancing ini bukan sekadar hiburan. Kegiatan seperti ini mampu menghadirkan wisata, mempertemukan komunitas dari berbagai daerah, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ke depan kegiatan ini perlu terus dikembangkan agar menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Usai menyapa peserta, dr. Aminuddin bersama sang istri juga meninjau area budidaya perikanan milik DKPPP Kota Probolinggo. Ia melihat secara langsung inovasi budidaya udang vaname skala mini menggunakan kolam terpal yang dikembangkan sebagai alternatif usaha masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota berdialog dengan jajaran DKPPP mengenai berbagai aspek budidaya, mulai dari efisiensi biaya produksi, penggunaan blower, kebutuhan pakan, konsumsi listrik hingga potensi keuntungan usaha.
Menurutnya, pengembangan sektor perikanan harus terus didorong melalui inovasi yang sederhana, mudah diterapkan dan memiliki nilai ekonomi yang jelas sehingga dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Kita ingin setiap inovasi yang dikembangkan benar-benar terukur. Mulai dari kebutuhan alat, bibit, pakan, listrik, tenaga hingga hasil panennya harus dihitung secara rinci sehingga masyarakat memiliki gambaran usaha yang jelas. Kalau model budidaya seperti ini terbukti efisien dan menguntungkan, tentu bisa menjadi alternatif pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan,” ujar dr. Aminuddin.
Sementara itu, Kepala DKPPP Kota Probolinggo Fitriawati menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba mancing sengaja dipadukan dengan rangkaian SEMIPRO agar menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
“Khusus kali ini kami padukan dengan rangkaian SEMIPRO sehingga harapannya masyarakat sudah mengetahui bahwa setiap penyelenggaraan SEMIPRO akan ada lomba mancing. Antusiasmenya juga sangat baik, peserta tidak hanya dari Kota Probolinggo, tetapi juga dari Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Pasuruan hingga Bondowoso,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat hingga detik-detik terakhir perlombaan. Setelah waktu enam jam berakhir, panitia melakukan penimbangan untuk menentukan pemenang berdasarkan bobot ikan bandeng terberat.
Juara pertama berhasil diraih Wong Edan, peserta asal Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, yang sukses memperoleh ikan bandeng dengan bobot 3,70 kilogram. Posisi kedua diraih Nur Wijaya, pemilik lapak nomor 83, dengan hasil tangkapan seberat 3,50 kilogram. Sementara posisi ketiga ditempati Teguh, pemilik lapak nomor 145, yang juga memperoleh ikan berbobot 3,50 kilogram.
Salah seorang peserta asal Kabupaten Lumajang, Ahmad Fauzi, mengaku rela datang ke Kota Probolinggo setelah memperoleh informasi dari komunitas pemancing. Menurutnya, penyelenggaraan lomba berlangsung tertib dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.
“Acaranya sangat tertib, ikannya banyak dan persaingannya seru. Saya senang bisa bertemu teman-teman dari berbagai daerah sekaligus menikmati suasana tambak di Kota Probolinggo,” tuturnya.
Melalui Lomba Mancing Bandeng SEMIPRO 2026, Pemerintah Kota Probolinggo tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat promosi sektor perikanan, meningkatkan kunjungan wisata, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal. Kegiatan ini diharapkan terus berkembang sebagai salah satu agenda unggulan yang mampu menarik lebih banyak peserta dan wisatawan pada penyelenggaraan SEMIPRO di tahun-tahun mendatang.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
