Dipandang Sebelah Mata, Tapi Tetap Berdiri Gaya Kepemimpinan Moch Suhri Di F-Wamipro
Probolinggo, Radarpatroli
Tak semua organisasi lahir dengan sorot lampu dan gemuruh tepuk tangan. Ada yang berjalan pelan, nyaris tak terdengar. Sering dipandang kecil, kurang gaung, bahkan dianggap tak punya pengaruh berarti. Begitu pula yang kerap dilekatkan pada Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro).
Namun justru di ruang yang sunyi itulah kepemimpinan Moch Suhri (52) teruji.
Suhri bukan sosok yang datang dari ruang hampa. Ia ditempa cukup lama di Asuransi Jiwasraya sejak 1990 hingga 2009. Kariernya menanjak hingga posisi Area Manager. Dunia asuransi membentuknya terbiasa dengan target, tekanan, serta manajemen sumber daya manusia yang tak selalu mudah. Di sana ia belajar bahwa hasil tak pernah lahir dari kebetulan, melainkan dari disiplin dan konsistensi.
Tahun 2009, ia memilih jalan berbeda: menjadi wartawan. Dunia yang ritmenya cepat, penuh dinamika, dan tak jarang sarat ego. Enam tahun berselang, tepatnya 2015, Suhri dipercaya memimpin F-Wamipro. Sejak saat itu, ia memegang kemudi organisasi dengan pendekatan yang tak banyak gaya, tapi sarat kerja nyata.
Di tengah anggapan miring yang kadang muncul, Suhri tak terpancing membangun citra kosong. Ia tak merasa perlu sering tampil berdampingan dengan pejabat sekadar agar wajahnya ikut masuk bingkai dokumentasi. Baginya, kepemimpinan bukan tentang seberapa sering terlihat, tetapi seberapa kuat mengakar di dalam.
Ia memilih dekat dengan anggota, mendengar sebelum berbicara, dan menjaga marwah organisasi meski tanpa sorotan berlebih. Dalam pandangannya, organisasi bukan panggung pribadi, melainkan ruang bersama yang harus dijaga kehormatannya.
F-Wamipro mungkin tak selalu menjadi headline. Namun di bawah kepemimpinannya, organisasi itu tetap berjalan, tetap solid, dan tetap punya posisi. Tanpa gaduh, tanpa sensasi.
Yang kerap diremehkan, justru sering kali paling paham bagaimana caranya berdiri tanpa sandaran. Dan di situlah seni memimpin Moch Suhri menemukan maknanya bekerja dalam diam, tapi tak pernah benar-benar padam.
Penulis : Sayful
Editor : Yuris
