Kurban Idul Adha 1447 H di Probolinggo Meningkat, Diperta Catat 3.899 Ekor Ternak Dipotong
Probolinggo, Radarpatroli.com – Pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Probolinggo menunjukkan tren yang semakin meningkat. Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mencatat sebanyak 3.899 ekor ternak dipotong hingga berakhirnya hari tasyrik pada Sabtu (30/5/2026), dengan penyembelihan tersebar di 184 titik pemotongan hewan kurban di berbagai kecamatan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Diperta Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan jumlah ternak kurban tahun 2026 mengalami perubahan komposisi dibandingkan tahun sebelumnya, terutama pada jenis sapi dan domba.
“Berdasarkan hasil pendataan sampai hari tasyrik terakhir, jumlah ternak yang dipotong di Kabupaten Probolinggo mencapai 3.899 ekor yang tersebar di 184 titik pemotongan hewan kurban,” ujarnya.
Dari total tersebut, sapi yang dipotong mencapai 689 ekor, terdiri atas 603 ekor sapi jantan dan 86 ekor sapi betina. Sementara itu, domba menjadi jenis ternak yang paling dominan dengan jumlah 2.499 ekor, terdiri dari 2.471 ekor domba jantan dan 28 ekor domba betina. Adapun kambing yang dipotong tercatat sebanyak 711 ekor, dengan rincian 703 ekor kambing jantan dan 8 ekor kambing betina.
Menurut Niko, secara keseluruhan jumlah ternak kurban pada tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2025, meskipun tidak semua jenis ternak mengalami kenaikan.
“Kalau dilihat per jenis ternak, sapi mengalami penurunan dari 807 ekor pada tahun 2025 menjadi 689 ekor pada tahun 2026. Namun penurunan tersebut diimbangi oleh kenaikan jumlah domba yang cukup signifikan,” jelasnya.
Data Diperta menunjukkan jumlah domba yang dipotong pada tahun 2025 sebanyak 1.711 ekor, sedangkan pada tahun 2026 meningkat menjadi 2.499 ekor atau bertambah 788 ekor.
“Domba menjadi jenis ternak yang paling banyak mengalami peningkatan. Dari 1.711 ekor tahun lalu menjadi 2.499 ekor tahun ini. Ini menunjukkan minat masyarakat untuk berkurban menggunakan domba semakin tinggi,” terangnya.
Sementara itu, jumlah kambing relatif stabil meskipun sedikit mengalami penurunan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 796 ekor kambing, sedangkan tahun ini menjadi 711 ekor.
Selain jumlah ternak yang meningkat, Diperta juga mencatat bertambahnya jumlah lokasi pemotongan hewan kurban. Jika pada tahun 2025 terdapat 130 titik pemotongan, maka pada tahun 2026 meningkat menjadi 184 titik.
“Kenaikan jumlah titik pemotongan menunjukkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban juga meningkat. Pendataan tahun ini lebih luas karena melibatkan panitia kurban dan takmir masjid yang membantu melaporkan data melalui sistem yang telah disiapkan,” tegasnya.
Niko menjelaskan proses pendataan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari dokter hewan, petugas teknis lapangan, inseminator, koordinator kecamatan hingga panitia kurban di masing-masing lokasi.
Melalui kegiatan tersebut, Diperta tidak hanya mendata jumlah ternak yang dipotong, tetapi juga melakukan pengawasan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan, termasuk pemeriksaan organ dalam guna memastikan keamanan pangan asal hewan.
“Pendataan ini bertujuan untuk mengetahui jumlah ternak kurban yang dipotong, memantau kesehatan ternak serta memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi,” lanjutnya.
Diperta Kabupaten Probolinggo berharap sistem pendataan yang telah diterapkan tahun ini dapat terus diperkuat dan diperluas agar seluruh titik pemotongan hewan kurban dapat terdata secara lengkap pada pelaksanaan Idul Adha di tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami ke depan semakin banyak titik pemotongan yang terdata sehingga data ternak kurban di Kabupaten Probolinggo semakin akurat dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kesehatan hewan maupun pengembangan sektor peternakan,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
