Peringati HPSN, Kecamatan Gending Gelar Kurve Jum’at SAE GAS MASS Di Pantai Utara
Probolinggo, Radarpatroli
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus mendukung program Jaga Lingkungan (JALIN) SAE Bupati Probolinggo serta gerakan GAS MASS (Gending Atasi Sampah Masyarakat Asri Sehat Sejahtera), Pemerintah Kecamatan Gending menggelar Kurve Jum’at SAE GAS MASS di kawasan Pantai Utara Desa Gending, Kecamatan Gending, Jumat (27/2/2026) pagi.

Aksi bersih-bersih tersebut dipusatkan di pesisir pantai yang selama ini dinilai membutuhkan perhatian serius. Kegiatan diisi dengan kerja bakti massal pembersihan sampah, edukasi pengelolaan limbah, hingga penyusunan rencana penghijauan sebagai langkah pencegahan abrasi.
Edukasi lingkungan menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dan Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo. Materi yang disampaikan meliputi dampak sampah terhadap ekosistem pesisir, pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga, hingga strategi pemulihan kawasan pantai.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Forkopimka Gending, staf Kecamatan, Puskesmas, PLKB, BPP, Korwil Dikdaya, PGRI, perwakilan kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Gending, hingga unsur swasta seperti PT Sasa Inti dan PT SGN/PG Gending. Selain itu, Muslimat, Fatayat, kader desa, kelompok nelayan serta Komunitas Alam Hijau turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Camat Gending, Winda Permata Erianti, menegaskan komitmennya dalam menggerakkan masyarakat menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan kurve Jum’at SAE sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Karena Kecamatan Gending sekarang sudah punya gerakan lingkungan yaitu GAS MASS, maka kami gerakkan masyarakat sekaligus edukasi pembersihan di Pantai Utara Desa Gending,” ujarnya.
Menurut Winda, Pantai Utara Desa Gending sejatinya memiliki potensi wisata yang cukup besar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan tumpukan sampah dan limbah potongan kain yang dipasang warga untuk menahan abrasi justru memperburuk keadaan.
“Pantai Utara ini sebetulnya punya potensi wisata. Namun kondisinya sangat kotor. Masyarakat belum punya edukasi terkait masalah sampah. Mereka sengaja menaruh potongan kain di tepi pantai dengan niat menahan abrasi, tapi tidak paham bahwa itu justru mencemari lingkungan dan merusak mangrove,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa tingkat abrasi di kawasan tersebut sudah tergolong parah dan kerap memicu banjir rob saat gelombang pasang. Upaya penanaman mangrove sebelumnya pun beberapa kali dilakukan, namun hasilnya belum optimal.
“Beberapa kali sudah dilakukan penghijauan dan penanaman mangrove, tetapi selalu gagal. Kami menemukan ada mangrove yang tumbang karena akarnya terlilit limbah kain. Jadi sebelum penanaman ulang, limbah-limbah ini harus direklamasi besar-besaran, dikeruk dan dibersihkan menggunakan alat berat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Winda menekankan bahwa persoalan ini lebih disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai dampak jangka panjang terhadap ekosistem pesisir.
“Kami melihat ini karena ketidaktahuan, bukan kesengajaan. Selama ini mereka belum tersentuh edukasi pemerintah, sehingga tidak paham bahwa cara itu justru merusak ekosistem,” terangnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kecamatan Gending berencana melakukan pembersihan tahap berikutnya dengan melibatkan lebih banyak pihak. Selain itu, direncanakan penanaman mangrove jenis api-api (Avicennia) yang dinilai lebih sesuai dengan karakteristik pantai berpasir di wilayah tersebut.
“Insya Allah satu bulan lagi kami akan kembali ke sana. Tahun depan kami berharap ada penanaman mangrove kembali dengan melibatkan berbagai pihak. Pantai Utara Desa Gending ini benar-benar butuh ditolong,” tambahnya.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh sejumlah OPD dan kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo sebagai tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Probolinggo terhadap Instruksi Bupati Probolinggo Nomor 1 Tahun 2026 tentang Gerakan Jaga Lingkungan (JALIN) SAE. Instruksi tersebut menekankan larangan membuang sampah sembarangan, peningkatan pengawasan, serta pelaksanaan kerja bakti massal secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir semakin meningkat, sehingga Pantai Utara Desa Gending dapat kembali menjadi kawasan yang bersih, asri, dan berdaya guna bagi masyarakat sekitar.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
