Ribuan Ketua RT dan RW Hadiri Penguatan Peran, Wali Kota Serahkan Kenaikan Honorarium

0
IMG-20260227-WA0088
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Penguatan Peran dan Kolaborasi Ketua RT dan Ketua RW dalam mewujudkan Kota Probolinggo Bersolek di GOR Mastrip Kedopok, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 1.230 Ketua RT dan RW dari seluruh wilayah kota sebagai bentuk konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Ketua TP PKK Kota dr. Evariani, serta para kepala perangkat daerah, camat dan lurah. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi penegasan bahwa peran RT dan RW dipandang strategis dalam mendukung program pembangunan kota.

Dalam momentum tersebut, wali kota dan wakil wali kota secara simbolis menyerahkan honorarium kepada 1.030 Ketua RT dan 200 Ketua RW. Penyerahan ini sekaligus menandai kebijakan kenaikan honor yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah daerah.

“Yang menguasai wilayah di lingkup terkecil itu siapa? Yang kenal betul kondisi warganya, seperti ibu hamil, melahirkan, jumlah balita, warga yang meninggal, itu semua yang tahu ya Ketua RT-nya,” ujar dr. Aminuddin saat menyampaikan sambutan.

Sebelumnya, honor Ketua RT dan RW sebesar Rp 400 ribu per bulan. Kini, meningkat menjadi Rp 1 juta per bulan. Selain kenaikan nominal, pola pencairan juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dibayarkan setiap tiga bulan sekali, kini dilakukan dua bulan sekali dengan nilai Rp 2 juta setiap pencairan.

Kebijakan ini disambut positif oleh para Ketua RT dan RW. Pemerintah menilai peningkatan honorarium tersebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian mereka yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Peningkatan honorarium ini merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah atas dedikasi Bapak dan Ibu semua. Kami memahami bahwa tugas Ketua RT dan RW tidaklah ringan. Banyak pengabdian dijalankan dengan penuh keikhlasan, bahkan sering kali melampaui tugas formal yang diemban,” tegas wali kota.

Menurutnya, honorarium tersebut bukan sekadar nilai nominal, tetapi simbol penghormatan atas peran strategis RT dan RW dalam menjaga stabilitas sosial, ketertiban lingkungan, serta mendukung berbagai program pemerintah.

Dalam kesempatan itu, wali kota juga mengajak seluruh Ketua RT dan RW untuk menjadi agen perubahan, penggerak kebersihan dan ketertiban, serta mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Bersolek. Program tersebut menitikberatkan pada penataan kota yang lebih bersih, tertib, rapi, serta berbasis data yang akurat.

Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, terutama dalam hal pendataan warga berbasis digital. RT dan RW diharapkan mampu memperbarui data kependudukan secara berkala guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Saya yakin, apabila RT dan RW bergerak bersama, tidak ada program pemerintah yang tidak bisa berhasil. Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan kerja nyata bagi masyarakat Kota Probolinggo,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Walikota Probolinggo dr. Aminuddin berharap setiap langkah pengabdian para Ketua RT dan RW menjadi amal kebaikan yang membawa keberkahan, khususnya di bulan Ramadan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam membangun Kota Probolinggo yang lebih maju dan harmonis.

Salah satu Ketua RT 04 Kelurahan Jati, Sumila (58), mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah. Ia menilai kenaikan honor tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para Ketua RT untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk dalam mendukung digitalisasi data warga.

“Kami bekerja tulus untuk melayani masyarakat, dan alhamdulillah sekarang diperhatikan dengan peningkatan honor ini. Apalagi sekarang kita juga harus melek IT untuk mendukung program Bersolek, mengisi data perkembangan warga melalui HP agar selalu update dari tingkat RT,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui peran RT dan RW merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Kota Probolinggo yang bersolek, tertata, dan berdaya saing.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!