Istiqamah 20 Tahun, Lailatul Qiro’ah Di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Dapat Apresiasi Bupati Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli
Ribuan jamaah tumpah ruah memenuhi halaman Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Jum’at (27/2/2026) malam. Suara ayat-ayat suci menggema, bersahut-sahutan dengan desau angin yang pelan. Malam puncak Lailatul Qiro’ah ke-20 itu bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi dalam rangka haul almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Imami Hafshawaty. Dua puluh tahun sudah tradisi ini dijaga, dirawat, dan dilanjutkan tanpa jeda.

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi pondok pesantren dalam menjaga tradisi Lailatul Qiro’ah. Ia menegaskan, keberlanjutan acara hingga memasuki tahun ke-20 bukanlah perkara mudah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo, kami mengucapkan selamat atas istiqamahnya menggelar Lailatul Qiro’ah ke-20. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi tradisi rohani yang telah berjalan panjang selama dua dekade,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.
Menurut Bupati Probolinggo Haris, lantunan ayat suci Al Qur’an memiliki kekuatan yang melampaui suara. Ia bukan hanya menggema di udara, tetapi mengetuk relung hati yang kadang tertutup oleh rutinitas dunia.
“Ketika Al Qur’an dilantunkan, sesungguhnya yang dibangunkan itu bukan hanya telinga kita, tetapi hati kita yang dihidupkan kembali,” tuturnya.
Ia mengajak para santri dan jamaah untuk menjadikan momen haul sebagai pengingat akan kefanaan hidup. Setiap insan, kata dia, akan meninggalkan kisah. Maka yang perlu dipikirkan bukan seberapa lama hidup dijalani, tetapi seperti apa jejak yang ditinggalkan.
“Setiap orang yang meninggal akan meninggalkan kisah. Maka tinggalkanlah kisah yang baik. Semoga kita semua diparingi husnul khatimah,” ucapnya penuh harap.

Kemeriahan malam itu semakin terasa dengan penyerahan hadiah Festival Musik Pengantar Sahur (MPS) 2026. Tradisi membangunkan sahur dengan alat musik sederhana dan penuh semangat kembali ditampilkan generasi muda.
Untuk kategori umum, juara diraih oleh Kecamatan Gending. Sementara kategori pelajar dimenangkan oleh SMKS Imamul Hasan Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris. Penampilan mereka menghadirkan suasana riang namun tetap religius, membuktikan bahwa budaya lokal bisa terus hidup di tangan anak-anak muda.
Bupati Haris menekankan pentingnya menjaga keaslian tradisi tersebut.
“Musik pengantar sahur harus tetap tradisional, tidak perlu sound system berlebihan. Ini bagian dari warisan budaya yang harus kita jaga. Saya berencana mendorong kegiatan ini naik ke level Jawa Timur melalui proses seleksi di setiap kecamatan,” terangnya.
Di sela suasana penuh syukur, Bupati Haris juga memohon doa atas berbagai ujian yang melanda Kabupaten Probolinggo dalam setahun terakhir. Bencana banjir dan longsor telah menyebabkan puluhan jembatan rusak serta ratusan rumah terdampak.
Ia mengakui, cobaan tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Namun, ia percaya setiap ujian membawa hikmah.
“Ujian ini datang bukan untuk menghancurkan kita, tetapi untuk menguatkan. Bismillah, bersama-sama kita pasti mampu melampaui semuanya,” tandasnya.
Malam puncak Lailatul Qiro’ah juga dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, para kepala OPD, camat, serta Ketua Umum MUI Jawa Timur yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.
Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan sinergi antara ulama dan umara dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Tidak ada sekat di malam itu. Semua duduk sejajar, menyatukan niat dalam doa dan dzikir.
Menutup sambutannya, Bupati Haris menyampaikan pesan yang sederhana namun menyentuh.
“Jika dunia membuat hati kita lelah, maka Al Qur’an adalah tempat jiwa beristirahat. Semoga keberkahan malam ini menyertai kita semua.”
Di tengah derasnya arus zaman, Lailatul Qiro’ah di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong seperti mercusuar. Ia berdiri tenang, memancarkan cahaya yang tak pernah padam cahaya yang menuntun hati untuk kembali pulang.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
