Wabup Dan Sekda Kabupaten Probolinggo Turun Lapangan, Pantau Distribusi LPG 3 Kg Di Leces
Probolinggo, Radarpatroli.com –
Di tengah meningkatnya keluhan warga terkait sulitnya memperoleh LPG 3 Kg, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Probolinggo bergerak sigap dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi di Kecamatan Leces, Selasa (14/04/2026). Langkah ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah untuk menelusuri penyebab kelangkaan sekaligus memastikan pasokan dan harga tetap terkendali di pasaran.

Sidak dimulai dari pangkalan LPG di Leces, kemudian dilanjutkan ke gudang, distributor hingga toko penjual LPG 3 Kg. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap rantai distribusi, sekaligus menelusuri penyebab kelangkaan dan kenaikan harga yang dikeluhkan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Sugeng Wiyanto serta Camat Leces M. Sigit Pujotomo. Di sisi lain, Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ turut melakukan pemantauan di wilayah Kecamatan Kraksaan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Dari hasil penelusuran, Sekda Ugas menyampaikan bahwa pasokan LPG 3 Kg dari Pertamina pada dasarnya masih dalam kondisi normal. Namun, terjadi lonjakan permintaan yang cukup signifikan di tingkat masyarakat, terutama pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah.
“Dari sisi pasokan sebenarnya normal dan tetap dikirim dengan volume seperti biasanya. Namun di lapangan terjadi peningkatan permintaan, terutama pasca Idul Fitri. Selain itu, ada kecenderungan masyarakat membeli dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” ujar Ugas.
Ia juga mengungkapkan bahwa meningkatnya permintaan tidak lepas dari kepanikan masyarakat akibat beredarnya informasi yang belum tentu benar. Kondisi ini mendorong sebagian warga melakukan pembelian berlebih atau bahkan penimbunan, sehingga stok di tingkat pangkalan menjadi cepat menipis.
“Sebagian masyarakat terpengaruh isu yang beredar, sehingga membeli LPG 3 Kg lebih banyak dari kebutuhan normal. Ini berdampak pada ketersediaan di lapangan,” imbuhnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Probolinggo akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas pasokan dan harga. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengajukan penambahan alokasi LPG 3 Kg kepada Pertamina agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami akan bersurat kepada Pertamina agar dapat menambah alokasi stok LPG 3 Kg untuk Kabupaten Probolinggo, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga kembali stabil,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala DKUPP Sugeng Wiyanto menegaskan pihaknya akan memperkuat pengawasan distribusi di lapangan. Pengawasan ini mencakup tingkat pangkalan hingga pengecer guna memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan.
“Kami akan melakukan pemantauan lebih intensif serta berkoordinasi dengan pihak terkait agar distribusi berjalan lancar. Upaya penambahan pasokan juga akan kami dorong untuk menjaga ketersediaan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu penjual LPG 3 Kg di wilayah Kecamatan Leces, Taimah, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari luar daerah. Bahkan, sebagian pembeli dari luar Probolinggo berani membeli dengan harga lebih tinggi.
“Banyak pembeli dari luar daerah yang membeli dengan harga lebih tinggi. Karena itu kami tetap melayani, apalagi dari sisi penjualan juga menguntungkan,” ungkapnya.
Kondisi ini turut memperparah keterbatasan stok di tingkat pengecer, yang pada akhirnya berdampak langsung pada masyarakat.
Melalui sidak ini, Pemkab Probolinggo berharap distribusi LPG 3 Kg dapat berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan agar tidak terjadi kepanikan yang justru memperburuk situasi di lapangan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
