Danramil Kraksaan Sidak LPG 3 Kg, Pastikan Distribusi Aman Dan Harga Sesuai HET

0
IMG-20260416-WA0028
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga LPG 3 kilogram terus dilakukan aparat kewilayahan. Komandan Koramil (Danramil) 0820-12/Kraksaan, Kapten Inf Asto Kuswantoro Aji turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah agen dan pangkalan LPG di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut menyasar langsung agen dan pangkalan LPG guna memastikan distribusi berjalan normal serta tidak terjadi penyimpangan di lapangan. Dari hasil sidak yang dilakukan, Danramil memastikan tidak ditemukan adanya pengurangan alokasi distribusi LPG 3 kilogram, baik di tingkat agen maupun pangkalan.

Kapten Inf Asto Kuswantoro Aji menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan, alokasi harian LPG 3 kilogram yang berkisar antara 3.000 hingga 5.000 tabung per hari masih berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan dari hulu ke hilir masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Dari hasil pengecekan langsung ke agen dan pangkalan, tidak ada pengurangan jatah harian. Distribusi masih berjalan normal sesuai alokasi yang ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kelangkaan yang sempat dirasakan sebagian masyarakat dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh gangguan distribusi, melainkan karena meningkatnya konsumsi. Lonjakan kebutuhan tersebut terjadi sejak bulan Ramadan hingga pasca Lebaran.

Menurutnya, tradisi perayaan Lebaran di sejumlah wilayah yang berlangsung cukup panjang turut memicu peningkatan penggunaan LPG 3 kilogram di tingkat rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

“Rantai pasok dari SPBE ke agen hingga pangkalan masih aman. Namun konsumsi masyarakat memang meningkat sejak Ramadan hingga setelah Lebaran. Bahkan di beberapa daerah, tradisi Lebaran berlangsung hingga satu bulan,” jelasnya.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, sidak tersebut juga menyoroti harga jual LPG 3 kilogram di lapangan. Danramil menegaskan bahwa harga di tingkat pangkalan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp18.000 per tabung.

Namun demikian, pihaknya masih menemukan adanya kenaikan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung. Kondisi ini saat ini tengah didalami untuk mengetahui penyebab serta pihak-pihak yang terlibat.

“Di pangkalan sudah sesuai HET Rp18.000. Tapi di pengecer masih ditemukan harga lebih tinggi, ini yang sedang kami dalami,” ungkapnya.

Kapten Asto juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo tidak akan segan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi LPG subsidi.

Sanksi yang diberikan, lanjutnya, dapat berupa teguran administratif hingga pencabutan izin usaha bagi pihak yang terbukti melanggar ketentuan.

“Jika ada pelanggaran, tentu akan kami tindak lanjuti. Sanksinya bisa administratif hingga pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Sebagai langkah pengawasan partisipatif, pemerintah daerah juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat. Warga diimbau untuk melaporkan apabila menemukan praktik distribusi LPG 3 kilogram yang tidak sesuai aturan, termasuk penyaluran di luar pangkalan resmi.

Dengan adanya sidak dan monev ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan LPG 3 kilogram di wilayah Kecamatan Kraksaan tetap terjaga, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini stabilitas harga dan pasokan LPG 3 kilogram tetap terjaga, serta kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Pendim 0820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!