Pelatihan Mpek-Mpek DKPPP Probolinggo, Dorong Kemandirian Ekonomi Nelayan Perempuan
Probolinggo, Radarpatroli
Upaya meningkatkan nilai tambah hasil perikanan terus dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo dengan memberdayakan masyarakat pesisir, khususnya kaum perempuan. Salah satunya melalui pelatihan pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti mpek-mpek, yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga nelayan.

Kamis (16/4) pagi, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) menggelar pelatihan pembuatan mpek-mpek sebagai upaya mendorong diversifikasi usaha bagi masyarakat pesisir. Kegiatan yang berlangsung di Aula DKPPP ini diikuti puluhan nelayan perempuan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan seperti kerang dan tebalan.
Sebelum pelatihan dimulai, Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama jajaran melakukan peninjauan di sekitar kantor DKPPP. Dalam kesempatan tersebut, ia berkeliling melihat berbagai fasilitas mulai dari area olahan tanaman, kolam perikanan, hingga sarana pendukung lain yang menjadi bagian dari pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
Usai peninjauan, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan pelatihan pembuatan mpek-mpek. Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan alternatif usaha bagi masyarakat pesisir, khususnya perempuan nelayan.
Kepala DKPPP, Fitriawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Menurutnya, selama ini hasil laut seperti ikan kecil dan kerang umumnya hanya dijual dalam kondisi segar, padahal memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
“Hari ini kita hadirkan nelayan perempuan yang biasanya mencari ikan kecil, kerang, atau tebalan. Hasil tangkapan tersebut tidak hanya bisa dijual mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk seperti mpek-mpek yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, diversifikasi produk olahan perikanan menjadi solusi strategis dalam menghadapi fluktuasi hasil tangkapan dan harga ikan di pasaran. Dengan inovasi pengolahan, diharapkan para nelayan memiliki sumber penghasilan alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai potensi wilayah pesisir, khususnya di kawasan Pelabuhan Pantai Mayangan, sangat besar sehingga perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dalam menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan, peran petani dan nelayan sangat penting sebagai garda terdepan. Namun tantangan di sektor ini semakin kompleks, sehingga pelatihan seperti ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing daerah,” ungkapnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan dan Penyuluh Perikanan Banyuwangi, yakni Ariestya Dyah Pramatasari. Sebanyak 50 peserta mendapatkan materi mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga strategi pengemasan dan pemasaran produk.
Salah satu peserta, Siti (44), warga Kelurahan Mayangan, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru dalam mengolah hasil laut yang selama ini hanya dijual secara langsung.
“Selama ini kami hanya menjual tebalan atau ikan kecil secara langsung. Semoga dengan pelatihan ini, kami bisa membuat produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, Pemkot Probolinggo berharap para nelayan perempuan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga, sehingga sektor perikanan tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan, tetapi juga berkembang melalui inovasi produk olahan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
