Pelatihan Mandiri Perbanyakan Trichoderma sp Dorong Kemandirian Petani Krucil

0
WhatsApp-Image-2026-04-25-at-09.13.13-1536x1152
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Upaya memperkuat kemandirian petani dalam menghadapi serangan penyakit tanaman terus digencarkan melalui pemanfaatan agen hayati ramah lingkungan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pelatihan perbanyakan jamur Trichoderma sp yang digelar secara mandiri oleh petani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Krucil, Jumat (24/4/2026).

Pelatihan ini didampingi oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Perkebunan Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Ika Ratmawati, bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Krucil. Kegiatan difokuskan pada praktik langsung perbanyakan Trichoderma sp menggunakan media jagung giling yang dinilai ekonomis serta mudah diterapkan oleh petani.

Dalam prosesnya, media jagung melalui beberapa tahapan penting, mulai dari pencucian, pengukusan, sterilisasi, hingga inokulasi jamur. Selanjutnya, bahan tersebut diinkubasi selama 7 hingga 10 hari sebelum siap diaplikasikan ke lahan pertanian atau dimanfaatkan sebagai campuran kompos.

Ika Ratmawati menjelaskan bahwa Trichoderma sp merupakan mikroorganisme yang memiliki peran penting dalam menekan patogen penyebab penyakit tanaman, seperti layu Fusarium dan busuk batang. “Penggunaan agen hayati ini sangat efektif sebagai langkah pencegahan penyakit tanaman, terutama jika diaplikasikan sejak awal,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator PPL Kecamatan Krucil, Agus Styagung, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mandiri para petani dalam menggelar pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani.

“Kami mengagendakan kegiatan rutin setiap bulan untuk belajar bersama sekaligus memproduksi sarana pertanian ramah lingkungan dengan melibatkan POPT sebagai quality control,” ungkapnya.

Petani Desa Bermi, Samsul, mengaku telah merasakan manfaat nyata dari penggunaan Trichoderma sp di lahan pertaniannya. Selain mampu menekan biaya produksi, penggunaan agen hayati ini juga membuat tanaman lebih sehat dan meningkatkan hasil panen.

“Dulu kami bergantung pada produk pabrikan dengan biaya tinggi. Sekarang dengan metode ini, tanaman lebih sehat dan hasilnya lebih baik,” tuturnya.

Melalui kegiatan mandiri ini, diharapkan praktik pertanian berkelanjutan semakin berkembang di Kecamatan Krucil. Selain itu, petani juga diharapkan mampu lebih mandiri dalam mengatasi hama dan penyakit tanaman secara alami, sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat tanpa bergantung pada bahan kimia.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!