Sekda Ugas Irwanto Pimpin Rakor, Fokus Percepatan KLA Di Kabupaten Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli.com –
Upaya mewujudkan lingkungan yang aman, ramah, dan berpihak pada anak terus diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Probolinggo melalui sinergi lintas sektor. Komitmen ini diwujudkan dalam rapat koordinasi (rakor) Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) yang digelar oleh DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo di ruang PRIC Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (27/4/2026).

Rakor tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, Kepala DP3AP2KB A’at Kardono, hingga 65 peserta dari OPD, camat, lembaga masyarakat, CSR, serta media massa.
Dalam sambutannya, A’at Kardono menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kabupaten Layak Anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh dari seluruh elemen, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
“Implementasi Kabupaten Layak Anak membutuhkan kolaborasi semua pihak agar pemenuhan hak anak dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo menunjukkan tren positif dalam capaian KLA. Dimulai dari predikat Pratama, kini telah meningkat menjadi Madya. Capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas program menuju level yang lebih tinggi.
“Kami optimistis dengan kerja sama yang solid, Kabupaten Probolinggo mampu meningkatkan predikat KLA. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, A’at menekankan pentingnya penguatan lima klaster utama dalam KLA, yakni hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta perlindungan khusus anak.
Sementara itu, Sekda Ugas Irwanto menegaskan bahwa capaian predikat Madya harus menjadi pijakan untuk meraih target yang lebih tinggi, yakni predikat Nindya.
“Capaian ini patut kita syukuri sebagai hasil kerja bersama. Namun ini bukan tujuan akhir. Kita harus menargetkan predikat yang lebih tinggi, yaitu Nindya,” tegasnya.
Ugas juga menyoroti sejumlah tantangan strategis yang masih dihadapi, seperti tingginya angka stunting, anak tidak sekolah (ATS), perkawinan anak, serta angka ibu melahirkan di usia di bawah 18 tahun.
“Permasalahan ini membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga intervensi yang tepat sasaran,” jelasnya.
Menurutnya, upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak harus dilakukan secara holistik, berbasis data, dan diperkuat dengan koordinasi lintas perangkat daerah. Optimalisasi data terpilah anak juga dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat.
“Melalui rakor ini, kita harapkan lahir langkah-langkah strategis yang konkret dan terukur untuk percepatan menuju Kabupaten Layak Anak predikat Nindya,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
