Belajar Mengaji Jadi Sarana Pembinaan Mental dan Spiritual Warga Binaan Rutan Kraksaan
Probolinggo, Radarpatroli.com
Suasana religius tampak mewarnai aktivitas di Rutan Kelas IIB Kraksaan saat puluhan warga binaan mengikuti kegiatan belajar mengaji yang rutin digelar sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya rutan dalam membangun karakter, meningkatkan keimanan serta menumbuhkan kesadaran diri warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Program belajar mengaji itu diikuti warga binaan dengan penuh antusias. Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman agama, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus membentuk pribadi yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho mengatakan seluruh warga binaan memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pembinaan, termasuk dalam aspek keagamaan dan spiritual. Menurutnya, program belajar mengaji menjadi bagian dari komitmen rutan dalam menghadirkan pembinaan yang setara, berkeadilan dan berkelanjutan.
“Belajar mengaji ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan pembinaan yang setara dan berkeadilan. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan,” ujarnya.
Galih menjelaskan pendekatan spiritual dinilai penting dalam mendukung proses pembinaan karena mampu membangun kesadaran diri, kedisiplinan serta semangat perubahan bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter yang lebih baik sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Kraksaan, M. Yasin menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi pondasi penting dalam proses perubahan perilaku warga binaan.
“Kegiatan belajar mengaji ini bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kesadaran, ketenangan batin serta nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yasin, program pembinaan spiritual yang dilaksanakan secara rutin mampu menciptakan suasana pembinaan yang lebih positif dan kondusif di lingkungan rutan. Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan akhlak.
“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali menjalani kehidupan sosial secara positif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ke depan, kegiatan belajar mengaji dan berbagai program pembinaan spiritual lainnya diharapkan terus berjalan secara konsisten agar mampu mencetak warga binaan yang lebih siap kembali ke masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
