Wabup Fahmi Dorong ASN Probolinggo Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Modern
Probolinggo, Radarpatroli.com
Transformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus diperkuat seiring perkembangan era digital dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik. Melalui kegiatan relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Pemerintah Kabupaten Probolinggo mendorong lahirnya pemimpin ASN yang adaptif, inovatif serta mampu menciptakan perubahan nyata bagi masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ menegaskan pentingnya kepemimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif, inovatif dan mampu menjawab tantangan birokrasi modern. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Fahmi menilai perkembangan dunia yang sangat cepat akibat digitalisasi, kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan sosial hingga tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik harus direspon dengan pola kerja birokrasi yang lebih progresif dan fleksibel.
Menurutnya, ASN saat ini tidak bisa lagi bekerja menggunakan pola lama yang cenderung administratif dan lamban. Perubahan zaman menuntut birokrasi bergerak cepat agar pelayanan publik dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“ASN tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Dunia berubah sangat cepat, sehingga birokrasi juga harus mampu beradaptasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
Wabup Fahmi menjelaskan masyarakat kini menginginkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, responsif dan berdampak langsung terhadap kebutuhan mereka. Karena itu, birokrasi harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih efektif serta tidak terjebak pada rutinitas administratif semata.
“Kalau birokrasi lambat berubah, maka masyarakat yang dirugikan. Karena itu ASN harus hadir sebagai solusi atas berbagai kebutuhan dan persoalan masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wabup Fahmi menerangkan seorang pemimpin ASN tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi juga harus menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja. Seorang pemimpin dituntut mampu menjadi problem solver, inovator sekaligus role model dalam membangun kolaborasi dan budaya kerja yang produktif.
“Kepemimpinan bukan soal jabatan semata, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan perubahan positif dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Fahmi juga mengajak seluruh peserta relaksasi RPL melakukan refleksi terhadap warisan kepemimpinan yang akan ditinggalkan setelah masa jabatan berakhir. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu meninggalkan dampak positif yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Apa yang akan ditinggalkan setelah selesai menjabat. Apakah hanya administrasi atau perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ini yang harus menjadi renungan bersama,” tegasnya.
Wabup Fahmi menekankan bahwa relaksasi RPL bukan sekadar proses memperoleh sertifikat, melainkan bentuk pengakuan atas pengalaman, inovasi, transformasi dan praktik kepemimpinan nyata yang telah dilakukan ASN selama menjalankan tugas di lapangan.
“RPL bukan jalan pintas. RPL adalah pengakuan atas pengalaman dan perubahan yang telah dilakukan ASN. Pengalaman lapangan sama pentingnya dengan pembelajaran klasikal,” ujarnya.
Kepada seluruh peserta JPT Pratama, Wabup Fahmi berpesan agar mampu menjadi motor penggerak perubahan di instansi masing-masing. Mulai dari membangun budaya kerja yang sehat, mempercepat pelayanan, menggerakkan staf, menyelesaikan persoalan hingga menciptakan inovasi pelayanan publik yang berdampak luas.
“Jangan hanya bekerja administratif, tetapi harus berpikir strategis, membangun dampak dan menciptakan solusi. Birokrasi yang baik adalah birokrasi yang hadir menyelesaikan masalah masyarakat,” lanjutnya.
Menutup sambutannya, Wabup Fahmi memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menjadi pemimpin yang mampu memberikan solusi dan meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jabatan itu sementara, tetapi manfaat dan jejak pengabdian akan diingat selamanya. Semoga relaksasi RPL ini menjadi langkah nyata memperkuat kepemimpinan ASN Pemerintah Kabupaten Probolinggo menuju birokrasi yang profesional, adaptif, inovatif dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab .
