Penjualan Hewan Kurban Meningkat, Wali Kota Probolinggo Lakukan Pengawasan Ketat

0
WhatsApp Image 2026-05-25 at 11_15_31 (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kota Probolinggo memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban yang dijual di sejumlah titik penjualan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh hewan kurban yang sehat, aman dan memenuhi syarat syariat maupun kesehatan hewan.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lapak penjual hewan kurban di Kota Probolinggo, Senin (25/5) pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak untuk kebutuhan Hari Raya Iduladha.

Sidak dimulai dari lapak penjual kambing milik Syaiful di Jalan Mastrip, kemudian dilanjutkan ke lapak penjualan sapi kurban milik Wayudan di Gang Wijaya, Kecamatan Kanigaran. Dalam kegiatan tersebut, wali kota didampingi tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo yang turut melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara langsung.

Di setiap lokasi, Dokter Aminuddin mengecek kondisi fisik hewan ternak, memastikan kelengkapan administrasi kesehatan serta berdialog dengan para pedagang mengenai perkembangan penjualan hewan kurban tahun ini. Ia juga menanyakan harga ternak dan tren permintaan masyarakat menjelang Iduladha.

Menurut Dokter Aminuddin, pemerintah kota telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan lapak penjual hewan kurban yang tersebar di wilayah Kota Probolinggo. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya indikasi penyakit pada ternak yang dijual.

“Sebanyak 55 lapak ternak dalam rangka penjualan hewan kurban telah kami periksa. Hasilnya nihil temuan penyakit. Artinya, seluruh hewan dalam kondisi sehat, termasuk sudah dilengkapi dengan sertifikat vaksinasi,” ujar Aminuddin.

Selain memastikan kesehatan hewan, wali kota juga mengingatkan para pedagang agar lebih selektif saat mendatangkan ternak dari luar daerah. Menurutnya, pengawasan sejak proses pembelian sangat penting untuk mencegah masuknya hewan yang tidak sehat ke Kota Probolinggo.

“Kami juga memastikan kepada para penjual agar dalam proses jual beli, khususnya saat membeli hewan ternak, benar-benar memperhatikan kesehatan hewan yang masuk ke Kota Probolinggo,” tambahnya.

Sementara itu, Syaiful, penjual kambing kurban di Jalan Mastrip, mengaku penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga mendekati Hari Raya Iduladha, dirinya telah menjual ratusan ekor kambing kepada masyarakat.

“Untuk penjualan hingga H-2 menjelang Iduladha ini sudah sekitar 200 ekor. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini penjualannya lebih banyak,” ungkap Syaiful.

Hal serupa juga disampaikan Wayudan, penjual sapi kurban di Gang Wijaya. Ia mengatakan permintaan sapi kurban tahun ini cukup tinggi, bahkan sebagian besar pembeli berasal dari luar daerah.

“Alhamdulillah, sementara ini sapi yang terjual sekitar 35 ekor. Sebanyak 20 ekor dikirim ke Surabaya, sedangkan untuk pembeli lokal sekitar 15 ekor,” ujar Wayudan.

Melalui sidak tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo berharap masyarakat merasa aman dan nyaman dalam membeli hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi upaya pemerintah dalam menjaga kualitas hewan kurban sekaligus mencegah penyebaran penyakit ternak menjelang Iduladha.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!