Forest Park Reborn Dikenalkan, Koramil Lumbang Apresiasi Sinergi Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
Probolinggo, Radarpatroli.com
Upaya pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya terlihat dalam kegiatan pengenalan wahana wisata “Forest Park Reborn” yang berlokasi di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola wisata, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait yang turut mendukung pengembangan destinasi wisata baru di wilayah Kecamatan Lumbang. Kehadiran Forest Park Reborn diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan yang dapat menarik minat wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Mewakili Koramil 0820-09/Lumbang, Peltu Mangku menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan wahana wisata tersebut. Menurutnya, keberhasilan pembangunan dan pengembangan Forest Park Reborn tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat serta kerja sama yang baik antara pengelola, pemerintah dan berbagai elemen lainnya.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi, khususnya masyarakat dan pengelola yang dengan penuh semangat berhasil menghadirkan wahana wisata Forest Park Reborn sebagai salah satu potensi baru di Kabupaten Probolinggo,” ujar Peltu Mangku.
Ia menjelaskan, keberadaan Forest Park Reborn tidak hanya berfungsi sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah. Selain itu, destinasi wisata tersebut dinilai mampu mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
“Kehadiran wahana wisata Forest Park Reborn tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga menjadi ikon baru pariwisata Kabupaten Probolinggo yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, pelestarian lingkungan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Peltu Mangku berharap destinasi wisata tersebut dapat terus berkembang secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang profesional dan melibatkan masyarakat secara aktif. Dengan demikian, Forest Park Reborn dapat menjadi contoh destinasi wisata berbasis masyarakat yang sukses, mandiri dan memberikan manfaat luas bagi warga sekitar.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya bergantung pada pengelola semata, tetapi juga memerlukan dukungan dan pendampingan dari berbagai instansi terkait. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta perangkat daerah lainnya dalam memberikan pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu membantu promosi produk-produk unggulan lokal dan UMKM yang ada di sekitar kawasan wisata. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, produk lokal masyarakat juga akan memiliki peluang pasar yang lebih luas sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga.
Selain itu, pengembangan sektor wisata yang terintegrasi dengan pemberdayaan UMKM diyakini dapat membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Lumbang dan sekitarnya.
“Peresmian wahana wisata Forest Park Reborn menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, pengelola dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata,” tuturnya.
Dengan hadirnya Forest Park Reborn, diharapkan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Probolinggo semakin dikenal luas oleh wisatawan lokal maupun luar daerah, sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis pariwisata yang berkelanjutan.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Pendim 0820
