Workshop Internasional Kunjungi Demplot Leces, Probolinggo Perkuat Pertanian Berkelanjutan

0
IMG-20260611-WA0065
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Komitmen dalam memperkuat sektor pertanian berkelanjutan kembali ditunjukkan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melalui penerimaan kunjungan lapang peserta workshop Sistem Budidaya Bawang Merah, Cabai Dan Padi untuk Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Pesisir Indonesia di lahan demplot milik Wasis Hartono, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan pemerintah, peneliti, akademisi, sektor swasta serta pelaku utama pertanian dalam satu forum pembelajaran lapangan yang berorientasi pada penguatan inovasi budidaya dan peningkatan produktivitas komoditas hortikultura.

Kunjungan lapang tersebut difasilitasi oleh Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian RI dan diikuti berbagai pihak dari dalam maupun luar negeri. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR) Indonesia, Universitas Queensland Australia, BRIN, BRMP, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian RI, BRMP Sayuran Lembang, BISI International Tbk, CropLife Indonesia, akademisi dari UGM dan IPB hingga petani serta petugas lapang dari berbagai daerah di Indonesia.

Rombongan peserta disambut langsung oleh Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi bersama jajaran. Turut hadir dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga (UPM), Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo, Kepala Desa Sumberkedawung, para champion bawang merah serta sejumlah penangkar benih bawang merah unggulan Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Arif Kurniadi menegaskan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki posisi penting sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2025, luas tanam bawang merah mencapai 7.744 hektare dengan luas panen 8.019 hektare dan total produksi sebesar 54.355 ton.

Menurutnya, produktivitas bawang merah di Kabupaten Probolinggo rata-rata berada pada kisaran 8 hingga 10 ton per hektare saat musim kemarau dan 6 hingga 7 ton per hektare pada musim penghujan. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi daerah dalam menopang kebutuhan bawang merah nasional.

“Potensi ini menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai salah satu daerah strategis pengembangan bawang merah nasional,” ujar Arif.

Arif menjelaskan bahwa kegiatan demplot menjadi sarana penting dalam melakukan pengujian serta perbandingan performa tujuh varietas bawang merah yang dikembangkan pada kondisi agroklimat Kabupaten Probolinggo. Varietas yang diuji meliputi Biru Lancor, Ronggojalu, Rubaru Sumenep, Tajuk Nganjuk, Bauji Nganjuk, Ngadipuro Magetan dan Prada Kediri.

Melalui proses pengamatan tersebut, diharapkan dapat diperoleh varietas yang paling adaptif terhadap lingkungan setempat, memiliki produktivitas tinggi serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

“Hasil dari kegiatan ini nantinya dapat menjadi rekomendasi bagi petani untuk menentukan varietas unggul yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan iklim di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Selain sebagai lokasi uji varietas, Arif menekankan bahwa keberadaan demplot juga berfungsi sebagai media transfer teknologi yang mempertemukan peneliti, penyuluh dan petani secara langsung di lapangan.

Para petani memperoleh kesempatan mempelajari praktik budidaya modern mulai dari teknik tanam, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga pengelolaan usaha tani yang lebih efektif dan efisien.

Diperta Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas petani, memperluas penggunaan benih unggul serta mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen bawang merah.

“Kami berharap peningkatan hasil produksi nantinya akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” tegas Arif.

Lebih lanjut, Arif juga menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki sejumlah penangkar benih bawang merah unggulan yang selama ini berkontribusi besar dalam pengembangan komoditas tersebut, di antaranya Muhasan, Moh. Taufiq, H. Sabri, Dafid Prasasti, Wasis Hartono, Tarsan dan Karim.

Menutup kegiatan tersebut, Arif menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat adopsi inovasi pertanian di tingkat petani.

“Sinergi antara pemerintah, peneliti, perguruan tinggi, swasta dan petani menjadi kunci agar Kabupaten Probolinggo terus berkembang sebagai sentra bawang merah unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!