Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Gandeng INOVASI Siapkan PAUD–SD Satu Atap untuk Wilayah Sulit Akses

0
IMG-20260623-WA0040
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo. Bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia di bidang pendidikan, Disdikdaya menggelar rapat koordinasi (rakor) dan pendampingan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik), guru serta sarana prasarana program PAUD–SD Satu Atap.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/6/2026) ini diikuti jajaran Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura dan Kecamatan Sumber, kepala sekolah serta kepala lembaga PAUD yang menjadi bagian dari pelaksanaan program.

Turut hadir Kepala SDN Sariwani 2, Kepala SDN Sapikerep 3, Kepala SDN Gemito 1, Kepala SDN Kedasih, Kepala TK Bintang Gemito, Kepala TK Pojok Tengger Kedasih dan Kepala TK Negeri Pembina Sukapura.

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili didampingi District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono serta Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni.

Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili menyampaikan program PAUD–SD Satu Atap dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan usia dini yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat, terutama di kawasan dengan keterbatasan akses.

“Hari ini kita rapat koordinasi terkait PAUD–SD Satu Atap yang lokusnya ada di SDN Sapikerep 3 dan SDN Sariwani 2. Tujuannya untuk memfasilitasi layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah sulit akses,” katanya.

Menurut Yunita, salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengelolaan administrasi dan penataan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Untuk mendukung keterpaduan data, seluruh peserta didik dari lokasi sasaran nantinya akan tetap terdaftar melalui satu sistem administrasi yang dipusatkan di TK Negeri Pembina Sukapura.

“Dapodik tetap kita pusatkan di TK Negeri Pembina Sukapura. Anak-anak dari PAUD-SD Satu Atap akan tetap tercatat dalam satu sistem agar tertib administrasi,” jelasnya.

Selain penyiapan administrasi, Disdikdaya juga mulai memetakan kebutuhan tenaga pendidik dan dukungan sarana prasarana agar program dapat berjalan optimal. Dukungan penganggaran melalui perubahan anggaran daerah juga tengah dipersiapkan.

Yunita menambahkan, program ini diharapkan menjadi model layanan pendidikan yang dapat direplikasi di wilayah lain karena konsep yang diterapkan menyesuaikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat setempat.

“Program PAUD-SD Satu Atap ini akan menjadi percontohan nasional karena baru diterapkan di Kabupaten Probolinggo dengan penyesuaian Kurikulum PAUD yang lebih singkat untuk wilayah Kecamatan Sukapura,” tambahnya.

Sementara itu, Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak agar seluruh anak, termasuk yang tinggal di daerah terpencil, memperoleh hak pendidikan sejak usia dini.

“Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PAUD-SD Satu Atap yang dipilotkan di SDN Sariwani 2 dan SDN Sapikerep 3. Disepakati juga pendaftaran siswa segera dibuka dan administrasi dititipkan di TK Negeri Pembina Sukapura,” ungkapnya.

Ahmad menjelaskan keterlibatan wilayah Gemito dan Kedasih dilakukan karena pada sejumlah lokasi tersebut layanan PAUD yang terdaftar masih terbatas. Untuk mendukung keberlangsungan program, proses perizinan operasional juga akan difasilitasi oleh Disdikdaya Kabupaten Probolinggo.

“Harapan kami, tidak ada anak yang tertinggal dalam akses layanan PAUD. Semua anak di lokasi terpencil harus mendapatkan layanan pendidikan sejak usia dini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga berkomitmen memastikan layanan ini tersedia di empat lokasi meliputi SDN Sariwani 2, SDN Sapikerep 3, Desa Kedasih dan Desa Gemito,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!