Pemkot Probolinggo Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data

0
WhatsApp Image 2026-08-04 at 14_00_28
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo memasuki tahap penguatan koordinasi lintas sektor. Melalui Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Pemerintah Kota Probolinggo menyatukan langkah seluruh perangkat daerah dan mitra strategis untuk memastikan setiap program penanggulangan kemiskinan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo di ruang pertemuan Bakesbangpol, Jalan Mawar tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung target penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan berbasis data.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo sekaligus Ketua TKPKD Ina Dwi Lestari, didampingi Asisten Administrasi Umum Retno Fajar Winarti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Bapperida Rey Suwigtyo, jajaran TKPKD, organisasi perangkat daerah terkait, Bank Jatim, Ketua Baznas Kota Probolinggo Ustadz Imanudin, serta para camat dan perwakilan kecamatan.

Kepala Bapperida Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh perangkat daerah mengenai kondisi kemiskinan berdasarkan data dan metodologi Badan Pusat Statistik (BPS).

“Pengentasan kemiskinan harus dibangun di atas data yang akurat dan pemahaman yang sama. Melalui forum ini kita mengidentifikasi faktor penyebab kemiskinan, mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan, menyelaraskan kebijakan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang terukur melalui kolaborasi lintas perangkat daerah bersama Baznas, CSR, dan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Tyok, sapaan akrab Rey Suwigtyo.

Menurutnya, seluruh perangkat daerah perlu menyelaraskan program berdasarkan tiga pilar utama penanggulangan kemiskinan, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui perlindungan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan pendapatan melalui penciptaan lapangan kerja serta pemberdayaan ekonomi, dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan wilayah beserta infrastruktur dasar.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar upaya pengentasan kemiskinan berjalan terukur, terpadu, dan berkelanjutan sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari mengapresiasi capaian penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan berhasil turun dari 6,18 persen pada tahun 2024 menjadi 5,69 persen pada tahun 2025. Jumlah penduduk miskin juga menurun dari 15,24 ribu jiwa menjadi 14,11 ribu jiwa.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Namun, tantangan ke depan masih besar. Karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan semata, melainkan harus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan pendapatan, mandiri secara ekonomi, dan memiliki penghidupan yang berkelanjutan,” tegas Ina.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso memaparkan kondisi kemiskinan beserta strategi penanggulangannya di Kota Probolinggo. Materi yang disampaikan meliputi indikator kemiskinan, garis kemiskinan, sumber data SUSENAS, faktor pendorong dan tantangan penurunan kemiskinan, hingga langkah mitigasi risiko. BPS berharap kolaborasi seluruh pihak mampu mendorong penurunan angka kemiskinan hingga mencapai satu persen bahkan lebih.

Sebagai tindak lanjut, rapat koordinasi menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya penyesuaian program dan kegiatan agar selaras dengan strategi pengentasan kemiskinan, optimalisasi pemanfaatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam seluruh intervensi program, serta penguatan kolaborasi bersama Baznas, forum CSR, dan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kota Probolinggo secara berkelanjutan.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!