ULD Perkuat Ekosistem Pendidikan Inklusif di Kabupaten Probolinggo
Probolinggo, Radarpatroli.com
Komitmen memperkuat pendidikan inklusif terus dilakukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo. Kali ini, penguatan ekosistem pendidikan digelar di Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia. Hadir Ketua ULD Disdikdaya Kabupaten Probolinggo sekaligus Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Dringu Siti Chusnul Khotimah, Sekretaris ULD M. Taufik, District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono dan MERL Officer INOVASI Triyana Damayanti.
Siti Chusnul Khotimah mengatakan, penguatan pendidikan inklusif tidak dapat dilakukan ULD seorang diri. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan kebutuhan penyandang disabilitas.
“ULD Kabupaten Probolinggo perlu membangun sinergi dengan OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurut Chusnul, kebutuhan anak penyandang disabilitas tidak hanya menyangkut pendidikan. Mereka juga memerlukan akses terhadap layanan kesehatan, sosial hingga administrasi kependudukan. Karena itu, keterhubungan antar layanan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif.
Selain kolaborasi, penguatan kapasitas ULD juga menjadi perhatian. ULD memiliki peran penting dalam mendampingi satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif.
“Penempatan Guru Pendidikan Khusus (GPK) yang berlatar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) serta ketersediaan tenaga terapis menjadi kebutuhan yang sangat krusial,” jelasnya.
Chusnul juga menyoroti pentingnya dukungan anggaran. Menurutnya, prinsip Jer Basuki Mawa Bea juga relevan dalam penguatan operasional ULD karena pelayanan yang optimal membutuhkan pembiayaan yang memadai.
Anggaran tersebut diperlukan untuk mendukung berbagai sarana dan prasarana, mulai dari komputer, printer hingga fasilitas pendukung lainnya. Dengan dukungan tersebut, fungsi pelayanan, koordinasi dan pendampingan ULD diharapkan dapat berjalan lebih efektif.
Penguatan ekosistem bersama INOVASI ini sekaligus menjadi ruang untuk melihat praktik pendidikan inklusif yang telah berjalan serta memetakan kebutuhan pengembangan ke depan.
“Sinergi lintas sektor, ketersediaan GPK dan tenaga terapis serta dukungan sarana dan anggaran menjadi unsur penting agar layanan pendidikan bagi anak penyandang disabilitas semakin optimal,” tegasnya.
Melalui ekosistem pendidikan yang semakin kuat, satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih inklusif dan sesuai kebutuhan peserta didik, sehingga anak-anak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan mendapatkan pendidikan berkualitas.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
