47 Guru PAUD Ikuti Workshop Pengembangan Literasi Di Sukapura

0
IMG-20260916-WA0158
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Upaya meningkatkan kemampuan guru dalam memberikan stimulasi literasi sejak usia dini terus dilakukan di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Penilik Kecamatan Sukapura berkolaborasi dengan Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia, menggelar workshop pengembangan literasi bagi guru PAUD, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Sukapura tersebut diikuti 47 peserta dari 23 lembaga PAUD.

Peserta terdiri dari 14 lembaga PAUD nonformal, tujuh lembaga PAUD formal serta dua PAUD-SD Satu Atap. Kegiatan juga diikuti Korwil Bidang Dikdaya dan Ketua IGTKI dari Kecamatan Sumberasih, Wonomerto dan Sukapura, serta Pengawas TK dan Penilik Kecamatan Sukapura.

Workshop tersebut menghadirkan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono dan District Officer INOVASI Kabupaten Tuban Cahyadi Widi Wahyono sebagai narasumber.

Penilik Kecamatan Sukapura Herwanto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan satuan PAUD.

Menurutnya, budaya literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi perlu dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan kepala sekolah, murid hingga orang tua.

“Workshop ini bertujuan membangun komitmen bersama untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan satuan PAUD, baik kepala sekolah, guru, murid dan orang tua,” katanya.

Herwanto menjelaskan, pengembangan literasi dini perlu mendapatkan perhatian karena pemahaman dan praktik guru dalam memberikan stimulasi literasi kepada anak masih beragam.

Sebagian guru, lanjutnya, masih perlu memperkuat pemahaman mengenai pendekatan literasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak. Karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membuat anak aktif dan tertarik mengikuti kegiatan.

“Selain itu, strategi bermain yang bermakna juga perlu dioptimalkan untuk menumbuhkan minat anak terhadap kemampuan membaca dan menulis awal. Pembelajaran literasi di PAUD diharapkan dapat berlangsung secara menyenangkan dan tidak membuat anak merasa bosan,” terangnya.

Sementara itu, District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono mendorong seluruh guru PAUD, baik formal maupun nonformal, untuk mengembangkan media literasi yang dekat dengan kehidupan dan lingkungan anak.

Salah satu media yang dapat dikembangkan adalah Big Book dengan mengangkat latar belakang budaya setempat. Menurutnya, penggunaan media yang sesuai dengan lingkungan anak dapat membantu menciptakan kegiatan literasi yang lebih menarik.

“Kami mengharapkan semua guru PAUD, baik PAUD formal maupun PAUD nonformal, mampu membuat Big Book dengan latar belakang budaya setempat untuk mempermudah kegiatan literasi sejak dini pada murid serta meningkatkan minat dan kebiasaan positif terhadap buku serta kegiatan membaca dan bercerita,” ujarnya.

Workshop tersebut merupakan inisiatif Penilik Kecamatan Sukapura bersama INOVASI untuk memperkuat kapasitas guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran literasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan anak.

Antusiasme peserta juga terlihat dari berbagai kesan positif yang disampaikan setelah mengikuti kegiatan. Kepala TK Eka Dharma Ngadisari Kecamatan Sukapura Perniati Hartuti mengaku mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman melalui workshop tersebut.

“Alhamdulillah dengan adanya inovasi yang telah diberikan bisa menambah ilmu untuk tampil menjadi pemberani dan percaya diri walaupun kadang masih belum bisa sempurna tetapi saya berusaha untuk berguna bagi murid,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala TK Bhayangkari Sukapura Venilia Yuliesti. Ia menilai materi yang diberikan narasumber mudah dipahami dan memiliki manfaat bagi pengembangan pembelajaran di satuan PAUD.

“Materi yang disampaikan dari awal sampai akhir sangat jelas dan bermanfaat, cara penyampaiannya sangat mudah dipahami sehingga membuat saya sangat tertarik dan ingin belajar lagi tentang membaca nyaring. Ditunggu sosialisasi selanjutnya,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, pengembangan literasi di satuan PAUD diharapkan semakin kuat. Guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan, bermakna dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sekaligus membangun kebiasaan positif terhadap buku, membaca dan kegiatan bercerita sejak usia dini.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!