Walikota Probolinggo Aminuddin Sampaikan Apresiasi kepada Gubernur Jatim Khofifah Atas Bantuan Pendidikan Bagi 204 Siswa

0
IMG-20261103-WA0045
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com 

Penyaluran bantuan pendidikan bagi ratusan siswa dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu agenda utama kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kota Probolinggo. Sebanyak 204 siswa menerima bantuan masing-masing Rp1 juta, sekaligus menjadi bagian dari penguatan Program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan) yang ditinjau langsung di SMKN 4 Kota Probolinggo, Selasa (3/11), dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta perwakilan satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 204 siswa menerima bantuan biaya pendidikan afirmasi dengan nominal masing-masing Rp1 juta. Bantuan ini diberikan kepada peserta didik yang berasal dari kelompok desil 1 hingga 4 sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Gubernur Khofifah menegaskan, bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan ekonomi.

“204 siswa penerima bantuan berasal dari desil 1 sampai 4. Kita harapkan tidak ada alasan mereka kemudian berhenti atau putus sekolah karena persoalan ekonomi, sehingga mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ungkap Khofifah.

Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan melalui Bank Jatim dengan mekanisme pencairan secara tunai kepada masing-masing penerima manfaat. Khofifah juga menyaksikan langsung proses penyaluran sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan siswa.

Menurutnya, program afirmasi menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, sehingga setiap peserta didik memiliki kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan.

Selain penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pameran karya dan produk unggulan peserta didik dari 11 satuan pendidikan di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo.

Beragam hasil kreativitas siswa dipamerkan, mulai dari produk olahan pangan, tanaman hias, budidaya ikan hingga berbagai produk turunannya. Pameran tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk memperlihatkan hasil pembelajaran berbasis praktik sekaligus mengembangkan keterampilan dan jiwa kewirausahaan.

Berbagai produk yang ditampilkan juga menggambarkan bagaimana sekolah dapat mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar menjadi sumber pembelajaran yang produktif, inovatif, dan memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat implementasi Program SIKAP yang mendorong satuan pendidikan berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lingkungan sekolah dan berbagai media tanam.

Khofifah menyampaikan, Program SIKAP dikembangkan di berbagai satuan pendidikan di Jawa Timur, mulai dari SMA, SMK hingga SLB, baik negeri maupun swasta. Melalui program tersebut, setiap sekolah didorong memanfaatkan potensi lingkungan masing-masing untuk kegiatan pembelajaran sekaligus menghasilkan produk pangan.

“Kita harapkan bahwa ketahanan pangan bisa kita maksimalkan melalui media tanam yang memungkinkan. Jadi, kalau tidak ada lahan langsung, bisa memanfaatkan pot, polybag, dan berbagai media tanam lainnya,” tutur Khofifah.

Ia mencontohkan sejumlah komoditas yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekolah menggunakan media tanam sederhana, seperti kentang, daun bawang, tomat, cabai, dan terong.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang bagi sekolah untuk ikut berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan. Pemanfaatan pot, polybag, maupun media tanam lainnya dapat menjadi alternatif untuk mengembangkan kegiatan pertanian di lingkungan pendidikan.

“Sekolah itu menjadi bagian dari pembelajaran dan penguatan terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia. Langkah ini dimulai dari sekolah-sekolah di Jawa Timur,” tambahnya.

Sebagai bagian dari penguatan Program SIKAP, rangkaian kunjungan Gubernur Khofifah juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon secara serentak bersama para guru dan murid.

Gubernur Khofifah bersama Wali Kota dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, serta Ketua TP PKK dr. Evariani Aminuddin turut melakukan penanaman bibit pohon alpukat.

Secara keseluruhan, sebanyak 100 pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, terdiri dari tanaman alpukat, mangga, dan kelengkeng.

Penanaman ini tidak sekadar menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan sekolah sebagai ruang hijau yang produktif dan memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong dunia pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, keterampilan peserta didik, pelestarian lingkungan, serta kesadaran terhadap pentingnya ketahanan pangan.

Dengan demikian, sekolah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang melahirkan generasi berpengetahuan, kreatif, mandiri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bangsa.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!