Pemkot Probolinggo Dorong UMKM Kuliner Olahan Mi Tingkatkan Kualitas Produk

0
IMG-20250909-WA0017
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli 

Menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat, Pemerintah Kota Probolinggo terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Kali ini, perhatian khusus diberikan kepada UMKM kuliner berbasis olahan mi melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Selasa (9/9).

Sebanyak 50 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan materi peningkatan kualitas produk, namun juga memperoleh bantuan peralatan produksi mi, seperti kompor, mesin penggiling, dan baskom. Selain itu, difasilitasi pula pendaftaran merek senilai Rp 50 juta untuk 25 UMKM serta sertifikasi halal reguler senilai Rp 37,5 juta untuk 5 UMKM, melalui dukungan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa sektor kuliner, terutama olahan mi, memiliki potensi besar untuk mendongkrak ekonomi daerah. Posisi strategis Kota Probolinggo sebagai kota transit di jalur Pantura dan Tapal Kuda harus dimanfaatkan maksimal.

“Salah satu strategi mudah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja di Kota Probolinggo adalah melalui sentra kuliner. Olahan mi ini sangat digemari lintas generasi dan kalangan. Jika kualitas rasa dan tampilannya ditingkatkan, tentu akan lebih menarik pembeli. Harapannya, dari sini bisa muncul produk khas mi Kota Probolinggo,” ujar Dokter Amin.

Beliau juga berbagi pengalaman pribadi tentang kecintaannya pada kuliner mi di berbagai daerah. “Di Semarang ada mi kopyok, di Aceh ada mi Aceh, di Riau ada mi Riau, dan kalau saya pulang ke Palembang favorit saya mi celor. Saya berharap UMKM di sini juga bisa menciptakan mi khas Kota Probolinggo yang nantinya dikenal luas,” tambahnya memberi motivasi.

Senada dengan itu, Kabid Produksi dan Restrukturisasi Usaha Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Susanti Widyastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas. Menurutnya, pelaku usaha harus terus bergerak, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan pasar.

“Dari 38 kota/kabupaten di Jawa Timur, hanya 19 yang mendapat program pendampingan ini, termasuk Kota Probolinggo. Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah untuk memperkuat UMKM agar semakin berdaya saing dan mampu berkontribusi mengurangi pengangguran,” jelas Susanti.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menambahkan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membentuk mental wirausaha yang tangguh. “Kami ingin pelaku UMKM kuliner mi di Kota Probolinggo tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh, berkembang, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” katanya.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Aminuddin hadir bersama Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wawan Soegyantono, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Kehadiran para pejabat daerah menegaskan komitmen Pemkot Probolinggo untuk terus mendampingi dan memfasilitasi UMKM agar mampu menjadi pilar utama penggerak ekonomi lokal.

Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan lahir produk olahan mi khas Kota Probolinggo yang tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar luar kota bahkan nasional, sehingga menjadikan UMKM semakin berdaya saing dan berkontribusi nyata pada pembangunan ekonomi daerah.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!