RSUD Waluyo Jati Catat Pendapatan 68,20 Persen Di Triwulan III 2025, Optimis Lampaui Target
Probolinggo, Radarpatroli
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo menorehkan capaian menggembirakan pada triwulan ketiga tahun anggaran 2025. Dari target pendapatan sebesar Rp 110 miliar yang ditetapkan dalam Perubahan APBD 2025, realisasi pendapatan telah mencapai Rp 75.023.299.967,16 atau setara 68,20 persen.
Capaian tersebut menunjukkan tren positif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Agustus 2024, realisasi pendapatan rumah sakit baru berada di angka 61,4 persen atau senilai Rp 61.415.930.929,87. Peningkatan ini sekaligus menandakan adanya perbaikan signifikan dalam pengelolaan layanan maupun strategi bisnis rumah sakit.
Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Yessi Rahmawati, menyampaikan optimisme bahwa target akhir tahun dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui. Hal ini didorong oleh peningkatan mutu pelayanan, penambahan layanan baru, serta kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“InsyaAllah, dengan pelayanan yang terus kami tingkatkan ditambah layanan baru seperti Rawat Inap Jiwa, Poli Vaksin Internasional, dan Hemodialisa (cuci darah), kami yakin target pendapatan bisa terlampaui,” ungkap dr. Yessi.
Dari sisi pelayanan, kunjungan pasien mengalami peningkatan cukup signifikan. Hingga akhir September 2025, tercatat 1.526 pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), 1.436 pasien rawat inap, dan 5.815 pasien rawat jalan. Angka ini naik dibanding Agustus 2024, dengan catatan 1.183 pasien IGD, 1.157 pasien rawat inap, dan 5.089 pasien rawat jalan.
Peningkatan jumlah pasien tersebut secara langsung mendongkrak pendapatan rumah sakit yang bersumber dari berbagai sektor. Mulai dari layanan umum, program Jasa Raharja, layanan obat kronis, ambulans, hingga klaim dari BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Selain itu, kerja sama dengan pihak ketiga serta optimalisasi status sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga turut menopang pendapatan.
Selain fokus pada pendapatan, RSUD Waluyo Jati juga menaruh perhatian pada mutu pelayanan. Upaya peningkatan infrastruktur dan penambahan tenaga kesehatan terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal ini terbukti dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang tetap tinggi. Berdasarkan survei Sucofindo, IKM rumah sakit ini tercatat 89,80 pada Triwulan I dan meningkat menjadi 89,88 pada Triwulan II tahun 2025.
“Alhamdulillah, masyarakat kini semakin percaya terhadap pelayanan kami. Tahun ini, sejumlah layanan baru juga sudah mulai berjalan, sehingga pasien dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tambah dr. Yessi.
Melalui pendekatan pelayanan prima dan sinergi lintas sektor, RSUD Waluyo Jati berupaya memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Probolinggo. Dengan tren positif yang ada, pihak manajemen optimis pendapatan hingga akhir tahun 2025 dapat mencapai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Harapan kami, dengan meningkatnya kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat, RSUD Waluyo Jati tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan yang unggul, tetapi juga menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas dr. Yessi.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
