Kota Probolinggo Bersolek, Siapkan Diri Jadi Kota Logistik Berkelanjutan
Probolinggo, Radarpatroli.com –
Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia terus berlomba memperkuat fondasi ekonomi melalui penguatan investasi strategis yang berkelanjutan. Sejalan dengan arah pembangunan nasional tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Forum Investasi Strategis bertajuk “Sinergi Global Probolinggo Bersolek Menuju Kota Logistik” pada Senin (13/4) siang di ruang Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, serta jajaran asisten, staf ahli, dan kepala perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang 2025–2045, yakni menjadikan Kota Probolinggo sebagai kota logistik yang tangguh, maju, dan berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa berbagai langkah strategis telah disiapkan, termasuk penyediaan kawasan peruntukan industri seluas kurang lebih 321 hektare.
Selain itu, Pemerintah Kota juga tengah mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dikenal dengan nama Bromo Integrated Economic City sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen memberikan kemudahan perizinan serta menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para investor,” ujar Aminuddin.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama yang dijajaki saat ini masih berada pada tahap awal dan akan dilanjutkan dengan studi kelayakan oleh para investor. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan penuh agar potensi investasi tersebut dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Forum ini mendapat respons positif dari para investor, termasuk dari luar negeri. Salah satu investor asal Tiongkok menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi sektor pertanian di Probolinggo yang dinilai sangat mendukung pengembangan pertanian modern berbasis teknologi.

Tak hanya itu, peluang kerja sama juga terbuka di sektor energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), industri pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan sistem pergudangan dan logistik.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Probolinggo, Widowati, menjelaskan bahwa forum ini merupakan langkah awal penjajakan kerja sama investasi antara pemerintah daerah dengan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Forum ini bertujuan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat daya saing Kota Probolinggo sebagai tujuan investasi dan pariwisata, serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta tersebut didanai melalui APBD Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2026 dan menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah dalam mendorong percepatan pengembangan KEK.
Sebagai tindak lanjut, acara ditutup dengan penandatanganan *Letter of Interest* (LoI) dan nota kesepahaman (MoU) antara investor dengan pihak terkait. Langkah ini menjadi titik awal menuju realisasi investasi yang diharapkan mampu membawa Kota Probolinggo semakin berkembang sebagai pusat logistik regional yang kompetitif.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
