Rutan Kraksaan Dan Disdikdaya Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Untuk Semua

0
IMG-20260416-WA0002
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Upaya menghadirkan pendidikan inklusif kini merambah hingga ke dalam lembaga pemasyarakatan. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo untuk menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga binaan, Selasa (15/4/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho dan Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses pendidikan bagi warga binaan, sekaligus memastikan hak belajar tetap terpenuhi meski berada dalam masa pembinaan.

Melalui program ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan formal setara SD, SMP, hingga SMA. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan dasar yang berguna saat kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho menegaskan bahwa pembinaan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan semata, melainkan juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program pendidikan kesetaraan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memenuhi hak warga binaan untuk memperoleh pendidikan. Kami ingin mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan hak fundamental yang harus diberikan kepada seluruh warga negara tanpa terkecuali.

“Kami berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di Rutan Kraksaan. Pendidikan adalah hak semua warga negara tanpa terkecuali dan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan,” katanya.

Pelaksanaan program pendidikan kesetaraan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi warga binaan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif.

Selain itu, kerja sama ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam menciptakan peluang masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Dengan adanya program ini, diharapkan stigma negatif terhadap warga binaan dapat berkurang, seiring dengan meningkatnya kualitas diri dan kesiapan mereka dalam menjalani kehidupan setelah masa pidana berakhir.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!