Pemanfaatan Pekarangan Didorong Jadi Sumber Ekonomi, Pemkot Dan TP PKK Gelar Pelatihan Olahan Pangan

0
WhatsApp Image 2026-04-27 at 13_33_00 (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com –

Langkah konkret memperkuat ketahanan pangan keluarga terus digencarkan Pemerintah Kota Probolinggo bersama Tim Penggerak PKK melalui pelatihan olahan pangan berbasis hasil pekarangan. Kegiatan yang digelar pada Senin (27/04) di Aula PKK Kota Probolinggo ini menyasar kader pangan agar mampu mengolah potensi pekarangan menjadi produk bernilai gizi sekaligus bernilai ekonomi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat “Ketapang Mas”. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal. Fokus pelatihan diarahkan pada peningkatan kapasitas kader dalam mengolah hasil pekarangan menjadi produk pangan sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Fitriawati menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan, dimulai dari lingkup keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

“Kami ingin mendorong optimalisasi pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga serta ketersediaan pangan yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi, hasil olahan ini juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kader pangan memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak edukasi masyarakat. Tidak hanya sebagai pelaksana program, mereka juga berperan sebagai agen perubahan yang mendorong pola konsumsi pangan beragam, aman, dan bernilai gizi tinggi, sekaligus mengembangkan potensi olahan lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani, menekankan pentingnya peran PKK dalam mendukung program ketahanan pangan keluarga melalui gerakan “Isi Piringku” dengan menu rumahan yang kreatif dan bergizi.

“PKK memiliki peran penting dalam menggerakkan keluarga agar mandiri pangan. Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi dilanjutkan dengan praktik nyata di lingkungan masing-masing. Lahan sempit bukan penghalang, karena bisa memanfaatkan polybag,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Evariani juga berbagi pengalaman masa kecilnya yang akrab dengan pemanfaatan pekarangan. Ia menceritakan bagaimana kebutuhan dapur dapat terpenuhi dari hasil kebun sendiri, mulai dari rempah hingga bahan pangan pokok.

“Saat kecil, saya hampir tidak pernah membeli bumbu dapur. Kunyit, jahe, sereh tinggal ambil di pekarangan. Bahkan pisang dan singkong juga tersedia. Kalau ingin efisiensi pengeluaran rumah tangga, hasil pekarangan bisa sangat membantu, asal kita mau kreatif dan tidak malas,” ungkapnya.

Sebanyak 58 peserta mengikuti pelatihan ini dengan materi teknis pengolahan pangan, di antaranya pembuatan menu Ekado dan Sari Mangga. Narasumber yang dihadirkan berasal dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kabupaten Malang, yakni Endang Tri Pujiatuti dan Mahardika Ardha. Mereka memberikan pembekalan mulai dari teknik pengolahan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran sederhana.

Selain teori, peserta juga diajak praktik langsung mengolah bahan pangan dari hasil pekarangan agar lebih mudah diterapkan di rumah. Dengan pendekatan ini, diharapkan para kader mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan keluarga yang mandiri pangan, sehat, dan produktif secara ekonomi di lingkungan masing-masing.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!