KKG Multigrade Wonomerto – Sumberasih Perkuat Praktik Pembelajaran Kelas Rangkap
Probolinggo, Radarpatroli.com –
Upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dengan keterbatasan sumber daya terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi pembelajaran kelas rangkap yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Multigrade Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih di SDN Sumberkare 3 Kecamatan Wonomerto, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari program INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia), kemitraan Indonesia–Australia di bidang pendidikan. Program ini menjadi wadah strategis bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas untuk menyatukan pemahaman serta praktik pembelajaran multigrade di tengah keterbatasan jumlah siswa dan tenaga pendidik.
Sebanyak 26 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 9 laki-laki dan 17 perempuan. Mereka berasal dari lima sekolah pelaksana kelas rangkap di Kecamatan Wonomerto dan Sumberasih, yakni SDN Kedungsupit 2, SDN Patalan 3, SDN Sumberkare 3, SDN Laweyan 3, dan SDN Sumberbendo 1.
Selain membahas persiapan Sumatif Akhir Semester, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Training of Facilitator (ToF) Multigrade tingkat nasional yang dilaksanakan pada 13–16 April 2026 di BBGTK Jawa Timur. Materi yang disampaikan merupakan bagian dari Unit 0 tentang *growth mindset* atau pola pikir bertumbuh. Secara keseluruhan terdapat enam unit materi yang akan dibahas melalui kegiatan KKG setiap dua minggu sekali selama semester ini.

Tujuan diseminasi ini adalah membangun perspektif pola pikir berkembang, memahami pentingnya pendekatan inklusif dalam pembelajaran, serta mengetahui komponen kunci dalam pembelajaran kelas rangkap. Selain itu, peserta juga diajak memahami proses belajar dalam setiap unit materi.
District Officer INOVASI, Anwar Sutranggono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) hasil ToF Multigrade tingkat nasional.
“Kegiatan ini adalah bagian dari RTL yang telah disepakati. Harapannya para pengawas yang mengikuti ToF dapat segera mendiseminasikan hasilnya di wilayah masing-masing, sehingga implementasi kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo semakin luas dan berkualitas,” ujarnya.
Pengawas Kecamatan Wonomerto, Burhanudin, menjelaskan bahwa pola pikir tetap membuat murid merasa kemampuannya terbatas sehingga mudah menyerah dan takut mencoba hal baru.
“Sebaliknya, pola pikir bertumbuh menumbuhkan keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui proses belajar dan latihan. Murid menjadi lebih gigih, berani menghadapi tantangan, dan terbuka terhadap umpan balik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam menumbuhkan pola pikir tersebut melalui cara berkomunikasi, memberikan umpan balik, dan merespons kesalahan siswa. Dengan pendekatan yang tepat, kesalahan dapat menjadi bagian dari proses belajar, bukan kegagalan.
Sementara itu, Pengawas Kecamatan Sumberasih, Maini Yudiningsih, mengungkapkan terdapat empat elemen penting dalam pola pikir bertumbuh, yakni belajar, aksi, kolaborasi, dan berbagi.
Menurutnya, kemauan untuk terus belajar menjadi fondasi utama, diikuti keberanian untuk mencoba tanpa takut salah. Kolaborasi memungkinkan proses belajar menjadi lebih efektif melalui diskusi dan pertukaran ide, sementara berbagi praktik baik membantu memperluas dampak pembelajaran.
“Ketika kita berbagi pengalaman dan strategi, kita tidak hanya membantu orang lain berkembang, tetapi juga memperkuat pemahaman kita sendiri,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin optimal, inklusif, dan mampu mendorong lahirnya inovasi pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
