Wali Kota Probolinggo Terima Aspirasi Mahasiswa, Bahas Pendidikan hingga Penataan PKL
Probolinggo, Radarpatroli.com
Suasana audiensi antara Pemerintah Kota Probolinggo dan perwakilan mahasiswa berlangsung hangat namun penuh sorotan kritis di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (12/5). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka setelah gelombang aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut kejelasan berbagai kebijakan publik mulai dari pendidikan, kesejahteraan guru hingga penataan pedagang kaki lima (PKL).

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin menerima perwakilan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kota Probolinggo dalam audiensi yang berlangsung di Lounge Kantor Wali Kota Probolinggo, Selasa (12/5). Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut atas aksi demonstrasi mahasiswa yang sebelumnya digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait sejumlah kebijakan publik di Kota Probolinggo.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang dinilai menjadi perhatian masyarakat, mulai dari penghentian sementara BOSDA, kesejahteraan guru, pengurangan honor guru madrasah diniyah, relokasi pedagang kaki lima (PKL), nasib UMKM hingga pengadaan mobil dinas baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Ketua Umum PMII, Dedy menjelaskan aksi demonstrasi dilakukan karena beberapa audiensi sebelumnya dinilai belum menghasilkan dampak nyata terhadap tuntutan masyarakat. Menurutnya, sektor pendidikan menjadi perhatian utama yang harus segera mendapatkan solusi konkret dari pemerintah daerah.
“Kami berharap audiensi ini menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya bagi kesejahteraan guru dan dunia pendidikan,” ujar Dedy.
Mahasiswa juga menilai pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus memberi perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil serta keberlangsungan pendidikan di Kota Probolinggo.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Aminuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo terus menjalankan program pembangunan secara bertahap dengan mengedepankan keterbukaan informasi publik dan komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Kritik dan masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah. Pemerintah tidak antikritik, justru kami ingin semua kebijakan dapat dipahami bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan penghentian sementara BOSDA dilakukan karena adanya proses pengalihan sistem pencairan dari metode tunai menjadi non tunai. Sementara terkait kebutuhan tenaga pendidik, Pemerintah Kota Probolinggo disebut akan membuka rekrutmen ASN guna memenuhi kekurangan guru di sekolah-sekolah.
Terkait penyesuaian honor guru ngaji, Aminuddin menyampaikan kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemerataan bantuan agar dapat diterima lebih luas oleh masyarakat serta telah melalui kesepakatan bersama antara pihak eksekutif dan legislatif.
Sementara mengenai pengadaan mobil dinas listrik, pemerintah kota menyebut kebijakan itu merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang telah disepakati bersama DPRD. Langkah tersebut diambil sebagai upaya efisiensi jangka panjang terhadap biaya operasional kendaraan dinas.
Dalam pembahasan relokasi PKL, pemerintah kota juga menjelaskan bahwa penataan dilakukan sesuai aturan yang berlaku dan disertai penyediaan lokasi strategis melalui dukungan program CSR tanpa menggunakan dana APBD. Pemerintah berharap para pelaku usaha dapat terus berinovasi agar tetap memiliki daya saing di tengah perubahan kebijakan penataan kota.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Ketua Komisi II DPRD Kota Probolinggo, Riyadlus Sholihin yang menegaskan bahwa penyesuaian honor guru ngaji bukan bentuk penghapusan bantuan, melainkan pemerataan agar lebih adil dan merata.
“Mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra kritis pemerintah. Kami berharap ide dan pemikiran mahasiswa dapat menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan Kota Probolinggo,” katanya.
Audiensi berlangsung dalam suasana dialogis dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Kapolres Probolinggo Kota Rico Yumasri, Pj Sekda kota Rey Suwigtyo, para asisten daerah serta perwakilan Kodim 0820 Probolinggo.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
