Pemkot Probolinggo Dorong Ketahanan Pangan Dan UMKM Lewat Gerakan Pangan Murah

0
WhatsApp Image 2026-05-12 at 13_06_44 (1)
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, ribuan warga memadati kawasan Taman Maramis Kota Probolinggo untuk berburu kebutuhan pokok murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (12/5). Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias memanfaatkan kesempatan membeli sembako dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasaran.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini menyediakan berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, tepung terigu, cabai, bawang putih hingga produk UMKM lokal dan hasil peternakan warga. Bahkan, stok beras SPHP yang disiapkan mencapai 2 ton untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.

Wali Kota Probolinggo Aminuddin turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan sambil membandingkan harga bahan pokok di lokasi dengan harga yang beredar di pasaran. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan kebutuhan menjelang Idul Adha.

“Ini beras premium SPHP kualitas bagus dari Bulog, harganya hanya Rp55 ribu. Padahal di pasaran bisa sampai Rp72 ribu. Selisihnya lumayan besar, hampir Rp18 ribu,” ujar Aminuddin saat berdialog dengan pedagang dan warga melalui siaran langsung akun TikTok pribadinya.

Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga dijual dengan harga di bawah pasaran. Minyak goreng dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp16 ribu per liter, telur ayam Rp24 ribu per kilogram, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, serta bawang putih sekitar Rp26 ribu per kilogram.

Menurut wali kota, kegiatan tersebut sengaja digelar secara mendadak agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya. Tingginya antusiasme warga membuat sejumlah komoditas seperti Minyakita, gula pasir, bawang putih dan telur ayam habis terjual sebelum siang hari.

Tidak hanya menyediakan bahan pokok murah, GPM juga menghadirkan berbagai produk lokal hasil usaha masyarakat seperti telur puyuh, jamur tiram, ikan asap hingga aneka produk olahan UMKM. Dalam kesempatan itu, wali kota turut mempromosikan program pengembangan pisang cavendish serta budidaya telur puyuh sebagai potensi ekonomi baru bagi warga Kota Probolinggo.

Pemerintah Kota Probolinggo memastikan program Gerakan Pangan Murah akan terus digelar secara bergilir di berbagai wilayah sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi daerah. “Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Idul Adha. Warga bisa datang ke lokasi Gerakan Pangan Murah dan berbelanja tanpa perlu menunjukkan KTP,” pungkasnya.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kota 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!