Perkuat Peran Keluarga, Pemkab Probolinggo Dan INOVASI Latih Fasilitator Parenting Lintas Sektor
Surabaya, Radarpatroli.com
Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya dilakukan melalui ruang kelas, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Program INOVASI, kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia di sektor pendidikan, menyelenggarakan pelatihan fasilitator parenting selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (4–6 Juni 2026) di Harris Hotel & Conventions Gubeng Surabaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan layanan pengasuhan keluarga guna mendukung pendidikan, kesehatan, perlindungan serta tumbuh kembang anak secara optimal melalui kolaborasi lintas sektor.
Sebanyak 38 peserta mengikuti pelatihan tersebut yang berasal dari berbagai unsur di Kabupaten Probolinggo. Peserta terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, puskesmas hingga perwakilan sekolah multigrade di Kecamatan Sukapura.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari forum multistakeholders pendidikan serta asesmen kebutuhan masyarakat yang sebelumnya mengidentifikasi pentingnya penguatan layanan edukasi pengasuhan kepada orang tua sebagai bagian dari pendekatan pendidikan yang menyeluruh.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari hak dan perlindungan anak, tumbuh kembang sesuai tahapan usia, pemenuhan gizi seimbang, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pencegahan kekerasan terhadap anak, pengasuhan positif hingga teknik fasilitasi dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Materi disampaikan oleh tim fasilitator dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bersama DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo dan mitra pendukung lainnya.

Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menegaskan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.
“Sejalan dengan hasil forum multistakeholders pendidikan tahun 2025, kita menyadari bahwa pendidikan anak tidak bisa dibebankan kepada sekolah saja. Saat ini orang tua menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pola asuh di era digital hingga penggunaan gadget pada anak. Karena itu diperlukan sinergi lintas sektor untuk memberikan edukasi parenting yang berkelanjutan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hary, para peserta pelatihan nantinya diproyeksikan menjadi fasilitator parenting yang mampu menyampaikan materi pengasuhan positif, pemenuhan gizi, perlindungan anak serta metode pembelajaran orang dewasa kepada para orang tua di wilayah masing-masing.
“Anak-anak kita adalah investasi masa depan daerah. Kualitas sumber daya manusia Kabupaten Probolinggo ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi layanan pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan gizi secara utuh sejak sekarang. Karena itu kami mengapresiasi Program INOVASI dan seluruh pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono menyampaikan apresiasi kepada Program INOVASI atas pendampingan yang telah dilakukan dalam penguatan program parenting di daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim INOVASI yang telah memberikan pendampingan sekaligus menunjukkan kegiatan nyata. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mengkader dan menciptakan fasilitator yang nantinya akan menjadi pilot project di Kecamatan Sukapura,” katanya.
Menurut A’at, pelaksanaan program parenting sangat selaras dengan tugas dan fungsi DP3AP2KB dalam pemenuhan hak anak, perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan keluarga.
“Program kami memang berfokus pada pembinaan keluarga. Karena itu kehadiran Program INOVASI memberikan manfaat besar dalam memperkuat kompetensi keluarga sehingga kesejahteraan dan kualitas pengasuhan anak dapat meningkat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dapat memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program parenting tersebut, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan.
“Jika kolaborasi ini terbangun dengan baik, saya yakin konsep yang telah disiapkan tim INOVASI dapat berjalan optimal di sekolah-sekolah dan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, A’at optimistis Kecamatan Sukapura dapat menjadi contoh praktik baik pelaksanaan parenting terpadu di Kabupaten Probolinggo yang ke depan dapat direplikasi ke wilayah lain.
“Harapan kami program ini tidak berhenti di Kecamatan Sukapura. Jika berhasil dan memberikan dampak positif, maka kecamatan lain bisa meniru dan menerapkan pola yang sama sehingga layanan parenting dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kab.
