Disdik Kabupaten Pasuruan Belajar Sistem Multigrade ke Kabupaten Probolinggo, Bahas Solusi Pemerataan Pendidikan

0
IMG-20260716-WA0060
Bagikan

Probolinggo, Radarpatroli.com

Keberhasilan Kabupaten Probolinggo dalam menerapkan pembelajaran kelas rangkap atau multigrade class menarik perhatian daerah lain. Kamis (16/7/2026), Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo untuk mempelajari secara langsung penerapan program tersebut sebagai solusi pemerataan layanan pendidikan.

Rombongan yang terdiri dari 40 orang dipimpin Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto. Mereka diterima Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Yunita Nur Laili, di Ruang Agus Salim Disdikdaya bersama Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati, Kepala Bidang Pembinaan SMP Like Lidyawati, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Eksi Wulandari serta Kasi Sarana dan Prasarana Bidang PAUD dan PNF A. Budi Hermanto.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD Sri Agus Indariyati memaparkan konsep, mekanisme serta implementasi pembelajaran kelas rangkap yang telah diterapkan di Kabupaten Probolinggo. Paparan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama peserta dari Kabupaten Pasuruan.

Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Yunita Nur Laili menjelaskan, program sekolah multigrade menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan, terutama di sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik dan tenaga pendidik yang terbatas.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 186 sekolah di Kabupaten Probolinggo yang telah menerapkan sistem pembelajaran multigrade. Kondisi tersebut dipengaruhi karakteristik wilayah Kabupaten Probolinggo yang meliputi kawasan pantai, pesisir hingga pegunungan, sehingga tidak semua sekolah memiliki jumlah siswa sesuai ketentuan rombongan belajar.

“Di beberapa sekolah ada rombongan belajar yang hanya berisi dua hingga lima siswa. Melalui sistem multigrade, dua jenjang kelas dapat digabung dalam satu proses pembelajaran tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pencapaian kurikulum,” ujar Yunita.

Ia menambahkan, penggabungan kelas dilakukan secara efektif dengan tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku. Misalnya, kelas satu dan kelas dua yang masing-masing memiliki jumlah siswa sedikit dapat belajar dalam satu ruang dengan metode pembelajaran yang telah disesuaikan.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Disdikdaya Kabupaten Probolinggo juga memberikan pendampingan kepada guru-guru melalui kerja sama dengan Tim INOVASI. Selain peningkatan kapasitas guru, pemerintah daerah terus memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah multigrade.

“Tahun 2025 kami fokus pada pengadaan Chromebook, sedangkan tahun 2026 diarahkan pada penyediaan meja dan kursi bagi sekolah multigrade. Pemerintah tidak pernah mengabaikan sekolah yang jumlah siswanya sedikit. Mereka tetap memiliki hak yang sama memperoleh pendidikan berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Didik Suriyanto mengaku terkesan dengan inovasi yang dikembangkan Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi referensi penting untuk diterapkan di wilayahnya.

“Bapak dan Ibu pengawas yang sekaligus Korwil dapat melihat langsung pelaksanaan pembelajaran multigrade karena mereka setiap hari mendampingi satuan pendidikan. Pengalaman ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk kami kembangkan di Kabupaten Pasuruan,” katanya.

Didik menegaskan hasil kunjungan tersebut akan dilaporkan kepada pimpinan, termasuk Bupati Pasuruan, sebagai bahan penyusunan kebijakan pendidikan di daerahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang kami peroleh di Kabupaten Probolinggo. Keunggulan program multigrade ini akan kami pelajari dan upayakan untuk diterapkan sesuai kebutuhan dan kondisi Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut, pada Jumat (17/7/2026) rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke SDN Sukapura 3, Kecamatan Sukapura, untuk melihat secara langsung praktik pembelajaran kelas rangkap yang telah diterapkan di sekolah tersebut.

Reporter : Sayful

Sumber Berita : Kominfo Kab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau Wartawan Jangan Copas Lahhhh!!!