Wali Kota Probolinggo Survei Jalur Pantura, Siapkan Trek Jogging Dan Gowes Berbasis Sport Tourism
Probolinggo, Radarpatroli.com
Usai menjalankan rutinitas senam pagi dan kerja bakti setiap Jumat, Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin justru membuat kejutan dengan melakukan survei langsung menyusuri kawasan pantai utara Kota Probolinggo. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan potensi jalur baru yang akan dikembangkan sebagai kawasan sport tourism, berupa lintasan jogging hingga jalur bersepeda.

Kegiatan diawali setelah senam pagi rutin di Stadion Bayuangga, Jumat (24/7). Bersama Ketua TP PKK Kota Probolinggo Dokter Evariani, wali kota semula dijadwalkan mengikuti kerja bakti di salah satu kelurahan. Namun sebelum menuju lokasi, ia berdiskusi dengan sejumlah kepala perangkat daerah dan memutuskan melakukan survei lapangan menggunakan sepeda motor.
Dalam peninjauan itu, Dokter Aminuddin didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, Kepala Dinas PUPRKP Ghofur Effendi, Camat Mayangan Deus Nawandi, Camat Kademangan Abdi Firdausi serta Kepala Dispopar M. Abas.
Rombongan memulai perjalanan dari Stadion Bayuangga melewati Jalan Panjaitan, Jalan Soekarno Hatta hingga Jalan Anggrek. Selanjutnya mereka memasuki jalan pertanian di sisi barat jembatan sebelum TPA Bestari. Jalur paving yang berakhir kemudian disambung jalan setapak yang biasa dilalui para petani.
Perjalanan akhirnya terhenti karena kondisi jalan sudah tertutup semak dan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
“Iya kita survei di sepanjang pantai utara ya, ingin melihat track untuk dilalui jalan, jogging track atau bersepeda pagi,” ujar Dokter Aminuddin.

Menurutnya, jalur tersebut sebenarnya memiliki potensi karena dapat tembus hingga Kampung Nila, Kelurahan Sukabumi. Namun aksesnya saat ini terhambat lantaran sudah lama tidak digunakan.
“Tapi, ini masih terhambat karena sudah lama tidak dilalui. Ada semak-semak,” lanjutnya.
Di lokasi itu terlihat hamparan kawasan pesisir dengan latar tumpukan sanitary landfill TPA Bestari dan panorama Pegunungan Bromo yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri jika dikembangkan sebagai jalur wisata olahraga.
Survei kemudian dilanjutkan menuju kawasan hutan bakau di sekitar Jalan Anggrek. Kali ini wali kota berganti menggunakan sepeda motor matic agar lebih mudah melewati akses jalan sempit. Rombongan masuk melalui jalur menuju Pantai Permata Pilang, melintasi jembatan kecil hingga jalan pertanian yang tembus ke kawasan permukiman warga.
Di lokasi kedua tersebut, Dokter Aminuddin berdialog dengan masyarakat dan memperoleh informasi bahwa jalur yang dahulu dapat dilalui kini sudah berubah karena berkembangnya kawasan permukiman.
“Kita berada di lokasi kedua, dulu katanya jalan ini tembus tapi sekarang sudah tidak lagi. Informasinya sudah ada banyak permukiman di sini,” ungkapnya.
Hasil survei tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa Kota Probolinggo memiliki banyak jalur potensial yang dapat dikembangkan menjadi destinasi sport tourism. Meski demikian, ia menegaskan masih diperlukan penyempurnaan infrastruktur agar jalur tersebut aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Dokter Aminuddin berencana menjajal langsung salah satu jalur hasil survei tersebut dengan bersepeda pada Minggu (26/7).
Setelah survei selesai, wali kota melanjutkan agenda kerja bakti di Kelurahan Kebonsari Kulon. Di lokasi itu ia juga meninjau Taman Hatinya PKK serta fasilitas Koperasi Merah Putih yang telah siap beroperasi, termasuk sarana pendukung berupa truk, mobil pikap, dan kendaraan roda tiga (tossa).
Melalui survei lapangan tersebut, Pemerintah Kota Probolinggo menunjukkan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi kawasan pesisir sebagai ruang publik yang sehat, produktif, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata olahraga di masa mendatang.
Reporter : Sayful
Sumber Berita : Kominfo Kota
